detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:48 WIB

Motif dan Cerita Lengkap Pembunuhan Karyawati BSM Tapteng

Abdi Somat Hutabarat - detikNews
Motif dan Cerita Lengkap Pembunuhan Karyawati BSM Tapteng Jumpa pers Tapanuli Tengah dipimpin AKBP Sukamat. Foto: Abdi Somat Hutabarat/detikcom
Tapanuli Tengah - Polisi telah mengungkap cerita di balik pembunuhan karyawati BSM Santi Devi Malau (26). Santi dibunuh gegara pelaku hendak meminjam duit Rp 200 ribu, namun tak bisa dipenuhi.

Pelakunya adalah pasangan suami istri berinisial DP (20) dan NN (18). Keduanya adalah tetangga kos korban.

"Masalahnya karena faktor ekonomi," kata Kapolres Tapanuli Tengah Sukamat dalam jumpa pers di Mapolres Tapanuli Tengah, Rabu (19/6/2019).


Sukamat menjelaskan DP merupakan mantan operator warnet. Sedangkan NN bekerja di warung makan. Keduanya belum lama ini diberhentikan dari tempat bekerjanya.

Himpitan ekonomi membuat pasutri itu kebingungan hingga akhirnya DP mendatangi kamar kos korban yang hanya berjarak satu rumah dari pelaku dengan alasan meminjam uang sebesar Rp 200 ribu. Sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku mengetuk pintu korban, dan korban membuka pintu sekira 30 cm.

Pelaku langsung menerobos masuk ke dalam kamar korban. Selanjutnya pelaku berupaya meminjam uang korban. Namun saat itu Santi tidak memiliki uang kontan. Dia mengatakan duitnya ada di ATM dan mengajak pelaku untuk bersabar agar uang tersebut diambil dari ATM.

"Pelaku ini nggak percaya kalau korban nggak ada uang kontan, pemikiran pelaku nggak mungkin nggak ada uangnya, karena korban ini kerja di Bank," tutur Sukamat.


Pelaku ngotot lalu menarik korban dari pintu kos menuju ke kamar mandi. Korban menjerit minta tolong. Oleh karena takut diketahui orang lain, pelaku mendorong korban hingga jatuh. Kepala korban terbentur di kloset kamar mandi. DP kemudian mencekik leher korban.

"Pelaku ini mengaku kalut karena korban menjerit hingga akhirnya menghabisi nyawa korban di kamar mandi," tutur Sukamat.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku merogoh saku baju korban dan mengambil uang Rp 22.000. Pelaku kemudian mengambil dompet dan jam tangan korban, ponsel, tiga tas milik korban, dan satu dompet kecil.

"Dari dalam dompet korban, pelaku tidak mendapatkan uang sepeser pun dan hanya berisikan beberapa ATM. Di dalam tas korban juga tidak ditemukan apa-apa," ungkap Kapolres.

Selanjutnya, pelaku beserta istrinya meninggalkan rumah dan pergi ke Sibolga. Di Sibolga, pelaku menjual ponsel korban seharga Rp400 ribu kepada tukang becak. Pada malam harinya, pasutri itu menginap di salah satu pos Siskamling di Sibolga. Dan kemudian berangkat menuju Medan dengan menaiki taksi gelap.

Kapolres menyatakan pelaku dijerat pasal pencurian dan pemberatan, yaitu Pasal 365 ayat 4 dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling lama 25 tahun, juncto pasal 55 turut melakukan perbuatan yang dapat dihukum dan subsider pasal 338.

"Kita masih melakukan pengembangan terkait kasus ini," pungkas Kapolres.
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed