detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:31 WIB

Pertama Kali, SMP di Bekasi Buka PPDB Jalur Tahfiz Quran

Isal Mawardi - detikNews
Pertama Kali, SMP di Bekasi Buka PPDB Jalur Tahfiz Quran Foto: Isal Mawardi/detikcom
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Bekasi - Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bekasi menerima peserta didik baru (PDB) melalui jalur tahfiz quran. Ini adalah untuk pertama kalinya di Bekasi

"Iya (pertama kali di Bekasi), karena tahun lalu banyak masukan (agar) anak-anak yang berprestasi ini tolong lah dihargai, diberi peluang. Kita minta adanya (jalur) tahfiz ini," ujar Penanggung Jawab Jalur Tahfiz Quran PPDB Kota Bekasi, Anhar, ditemui di SDN Margahayu 5, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (19/6/2019).

Pendaftaran PPDB jalur tahfiz quran dibuka mulai Senin (17/6) hingga Kamis (20/6). Pendaftaran, verifikasi berkas, dan tes dilakukan di SDN Margahayu 5 Bekasi dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon siswa. Salah satunya calon siswa mesti memiliki KK (kartu keluarga) Bekasi atau bersekolah dasar (SD) di Bekasi.

"(Syaratnya) pertama dia KK Bekasi, sekali di manapun SD-nya, KK Bekasi bisa ikut bersaing. kedua, KK bukan Bekasi tapi lulus SD di Kota Bekasi juga bisa," ujar Anhar.

Selain itu, siswa juga diharuskan memiliki sertifikat tahfiz quran. Setelah syara-syarat tersebut dilengkapi, siswa dapat mendaftarkan diri ke SDN Margahayu 5, Gang Patriot 1, Margahayu, Bekasi.



Setelah mendaftar, berkas akan diverifikasi oleh staf Disdik Kota Bekasi terlebih dahulu. Kemudian, siswa langsung dites hafalan Alquran oleh penguji dari Kemenag Bekasi.

Penilaian tahfiz quran akan diserahkan ke tim penguji. Semakin banyak juz yang dihapal, maka poin siswa akan semakin tinggi.

"Kalau di-jukniskan (petunjuk teknis), (hapal) juz 1 sampai 10 ya 100 poin, sampai juz 20 ya 200, sampai 30 juz ya 300. Tapi kan kemampuan anak beda-beda," ujar Anhar.

Surat yang dibacakan oleh calon siswa tergantung kewenangan tim penguji. Nantinya, sebut Anhar, ada sesi di mana calon siswa melanjutkan ayat yang dibacakan tim penguji.

"Melanjutkan ayat dia, ayat-ayat tertentu ya. Itu kewenangnya penguji," ujar Anhar.

"(Total nilai) Jadi (dari) nilai SHUN (Surat Hasil Ujian Nasional) plus hasil ujian praktek (tahfiz quran). Itu yang akan di-ranking dari atas," lanjutnya.

Adapun kuota penerimaan siswa dari jalur tahfiz quran ini sebanyak 2 persen per sekolah. Sejauh ini, kata Anhar, telah ada 19 calon siswa yang mendaftar jalur tahfiz quran ini.

"Katakanlah kalau satu sekolah menerima 3 rombel (rombongan belajar), jadi 2 persennya, kurang lebih 6 orang lah," ujar Anhar.

Anhar memuji calon siswa yang mengikuti tes jalur tahfiz quran. Meski begitu, sebut Anhar, belum ada calon siswa yang dapat menghafal 30 juz.






(mea/mea)
FOKUS BERITA: Ruwet PPDB Zonasi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed