detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 11:46 WIB

Saksi Agus dari Tim Prabowo Juga Sekretaris Relawan #2019GantiPresiden

Tim detikcom, Deni Prasetyo Utomo - detikNews
Saksi Agus dari Tim Prabowo Juga Sekretaris Relawan #2019GantiPresiden Agus Maksum (grandy/detikcom)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan saksi Agus Maksum. Agus mengaku mengetahui adanya DPT ganda dan KTP palsu.

Berdasarkan catatan detikcom, Rabu (19/6/2019), nama Agus Maksum tercatat sebagai Sekretaris Relawan #2019GantiPresiden. Salah satu aksi yang diikuti Agus adalah Deklarasi #2019GantiPresiden, yang sedianya akan digelar di Surabaya pada Minggu, 26 Agustus 2018.


Kala itu, peserta deklarasi berdatangan di Tugu Pahlawan sejak pukul 07.00. Meski area sekitar Tugu Pahlawan tengah dipenuhi warga yang sedang mengikuti CFD, peserta deklarasi terlihat jelas karena sebagian mengenakan atribut #2019GantiPresiden, seperti kaus dan topi.

Rata-rata dari mereka datang dalam kelompok-kelompok kecil. Namun ketika bertemu dengan kelompok lain, mereka membentuk konsentrasi massa. Karena tidak berizin, massa akhirnya dibubarkan oleh aparat.

"Kami mengultimatum kepada aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk bersikap adil, khususnya dalam mengawal berjalannya Pemilu pada tahun 2019, demi menjaga martabat institusi kepolisian sendiri," ujar Sekretaris Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden Agus Maksum.

Agus mengatakan gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan konstitusional dan gerakan moral. Gerakan tersebut, dikatakan Agus, memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pergantian pemimpin.

"Kembali menegaskan kepada masyarakat yang kontra bahwa gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan konstitusional sekaligus gerakan moral untuk memberikan penyadaran tentang pentingnya pergantian kepemimpinan nasional demi Indonesia yang lebih baik," imbuhnya.


Deklarasi itu rencananya juga dihadiri Ahmad Dhani tapi urung karena suasana tidak kondusif. Ahmad Dhani hanya bertahan di dalam hotel karena warga Surabaya tidak menghendaki deklarasi itu.

"Mereka melakukan aksi-aksi yang tidak memiliki izin. Justru mereka yang membikin rusuh. Tapi pihak kepolisian melakukan pembiaran. Di depan Hotel Majapahit mereka tetap membiarkan jalan ditutup. Ketika saya tanya mereka mempunyai STTP atau tidak, pihak kepolisian mengaku tidak memiliki. Alasannya sama-sama dijaga," kata Agus kala itu.


Kini, Agus dihadirkan oleh tim ahli Prabowo-Sandiaga untuk bersaksi ke MK.

"Kami awalnya dari Tim IT, kemudian diminta BPN 02 menjadi Tim Ahli BPN pusat," kata Agus di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/6).


Saksi Pertama di MK Bicara Dugaan DPT Tak Wajar 17,5 Juta:

[Gambas:Video 20detik]


(asp/fjp)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed