detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 06:15 WIB

Round-Up

Akhir Cerita Isu Roy Suryo Gondol Barang Kemenpora

Tim detikcom - detikNews
Akhir Cerita Isu Roy Suryo Gondol Barang Kemenpora Foto: Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Roy Suryo & 3.226 Barang Negara (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - Pada tahun 2018 Roy Suryo pernah berselisih dengan Kemenpora. Pasalnya, kala itu berhembus isu soal Roy Suryo yang menggondol ribuan barang milik Kemenpora. Namun, akhirnya perselisihan ini sampai pada pungkasan cerita. Bagaimana cerita perjalanan perselisihan antara Roy Suryo dan Kemenpora?

Heboh List Barang yang Diduga Digondol Roy Suryo

Pada bulan September 2018, beredar surat Kemenpora yang meminta Roy Suryo agar mengembalikan barang-barang milik negara. Barang-barang itu diduga telah digondol Roy Suryo saat masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2013-2014.

Tak tanggung-tanggung, total barang negara yang diminta dikembalikan sebanyak 3.226 unit. Tetapi Roy merasa kaget saat dikirimi lampiran list barang-barang yang harus dikembalikan, dari sendok hingga pompa air.

Roy Suryo tak percaya dengan list barang yang mesti dikembalikan itu. Namun, Kemenpora membenarkan soal list barang tersebut.

"Surat itu betul, bukan hoax. Asli tanda tangan saya," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto saat dihubungi, Selasa (4/9/2018) lalu.

Gatot menjelaskan surat bernomor 5-2-3/SET.BIII/V/2018 itu dibuat pada 1 Mei 2018. Namun dia mengaku tak tahu-menahu mengapa surat ke Roy Suryo baru beredar dan heboh pada bulan September 2018.

Surat untuk Roy itu guna menindaklanjuti pemeriksaan tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil pemeriksaan BPK, menyebut ada 3.226 unit barang yang belum dikembalikan.

"Sudah ada yang dikembalikan tahun 2016 sebanyak (senilai) Rp 500 juta, sekarang barangnya ada di gudang kami. Tapi sisanya belum, makanya masih muncul di temuan BPK," sebut Gatot.

Roy Suryo Merasa Difitnah dan Somasi Kemenpora

Roy akhirnya angkat bicara terkait surat penagihan barang itu. Dia merasa difitnah, apalagi suratnya sudah beredar luas.

"Maaf setelah lama bersikap sabar dan mengalah terhadap kabar aset BMN (Barang Milik Negara, -red) Kemenpora sebanyak 3.226 unit yang disebut-sebutkan 'masih saya bawa (?)', padahal ini tidak benar sama sekali," kata Roy melalui pesan singkat saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (5/9/2018).

Dia lantas menunjuk pengacara untuk mengurusi persoalan ini. Pengacaranya, Tigor Simatupang, lalu menyiapkan data untuk melayangkan somasi kepada Kemenpora.

Roy Suryo Ditagih Sendok Sampai Pompa Air

Pengacara Roy Suryo, Tigor Simatupang, mengatakan kliennya menerima surat lampiran berisi daftar barang-barang yang harus dikembalikan. Tapi surat dari Kemenpora tertanggal 1 Mei 2018. Namun belum diterima oleh pihak Roy Suryo.

"Ini apa? Satu set sendok dihitung satu-satu, bor, kabel-kabel, pompa air," sebut Tigor, saat dihubungi, Kamis (6/9/2018).

Dia menyebut pembelian barang-barang itu dilakukan bawahan Roy saat menjabat Menpora. Segala urusan tanggung jawab pembelian disebut Tigor mestinya dipegang bawahan seperti Kepala Bagian Urusan Rumah Tangga.

"Apa iya ngurusin gitu menteri? yang ngerjain (belanja) kan kabag-kabagnya. Memang Pak Roy yang manggilin kan enggak? Masa kita sewa tukang masa kita beli bor juga beli obeng juga?" tutur Tigor.

Berbuah Pencopotan Roy Suryo sebagai Waketum Demokrat

Penagihan barang oleh Kemenpora ini berbuah pencopotan Roy Suryo dari posisi Waketum Partai Demokrat. Roy diminta fokus memnyelesaikan masalahnya dengan Kemenpora.

"Wanhor keluarkan rekomendasi dan sudah diterbitkan SK penonaktifan oleh Ketum dan Sekjen," ujar Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PD Amir Syamsuddin kepada detikcom, Sabtu (15/9/2018).



Amir pun memberikan imbauan kepada Roy Suryo soal permasalahannya dengan Kemenpora. Ia meminta agar Roy segera menyelesaikan persoalannya itu.

"Mengimbau agar memanfaatkan dan memaksimalkan komunikasi yang telah dibuka oleh Kemenpora agar isu yang telah sangat merugikan dirinya segera di-clear-kan," ucap Amir.

Sebelumnya, DPP Partai Demokrat juga sempat didemo. Demo ini terkait Waketum Roy Suryo yang diduga belum mengembalikan barang milik Kemenpora.
Akhir Cerita Isu Roy Suryo Gondol Barang KemenporaFoto: Ari Saputra


Sempat Akan Mediasi, Namun Roy Suryo Tetap Layangkan Somasi

Roy Suryo dan Kemenpora sempat akan melakukan mediasi. Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan mediasi tersebut merupakan usulan Menpora Imam Nahrawi. Mediasi rencananya akan dilakukan langsung Imam Nahrawi.

"Pak Menteri kemarin ada usul yang bagus, memerintahkan kepada kami, kepada saya, untuk segera mempertemukan Pak Menpora dengan Pak Roy Suryo. Jadi duduk bareng," ujar Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Akhir Cerita Isu Roy Suryo Gondol Barang KemenporaFoto: Kuasa hukum Roy Suryo, Tigor Simatupang, (Arief-detik)


Tapi melalui pengacaranya, Tigor Simatupang, Roy Suryo melayangkan somasi ke Kemenpora. Dia menuntut Kemenpora meminta maaf.

"Mereka harus klarifikasi ke media, jangan asal ngomong. Dia sebagai Sesmenpora jangan asal ngomong," ucap Tigor kepada wartawan di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2018).

Tigor merasa tidak pernah mendapat bukti Roy Suryo meminjam atau mengambil barang. Padahal, surat permintaan sudah dikirim sejak, Jumat (14/9).

Sempat Digugat di Pengadilan, Akhirnya Gugatan Dicabut

Lama tidak terdengar kabarnya, kasus ini ternyata berlanjut ke meja hijau. Kemenpora mengajukan gugatan ke PN Jaksel. Namun, belakangan gugatan itu ternyata dicabut.

"Gugatan itu dicabut oleh penggugatnya," kata humas PN Jaksel, Achmad Guntur saat dihubungi detikcom, Selasa (18/6/2019).



Pada bulan Juni 2019 perselisihan Kemenpora dengan Roy Suryo sampai di pungkasan cerita. Menpora Imam Nahrawi mencabut gugatan atas Roy Suryo terkait ribuan aset negara yang belum dikembalikan. Atas pencabutan gugatan itu, Roy Suryo bersyukur.

"Meski saya benar-benar telah menjadi korban (yang sangat keji), namun saya memaafkan semua pihak yang terlibat termasuk para pem-bully," kata Roy dalam WA ke wartawan.


Polres Jaksel Sarankan Pelapor Roy Suryo Lapor ke Tipikor:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com