detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 22:51 WIB

Kejaksaan Terima 14 SPDP Kasus Kerusuhan 22 Mei

Yulida Medistiara - detikNews
Kejaksaan Terima 14 SPDP Kasus Kerusuhan 22 Mei Kondisi saat rusuh 22 Mei. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI) menerima 14 surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tersangka kerusuhan 21-22 Mei. Total terdapat 79 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam berkas tersebut.

"Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) sebanyak 14 SPDP dengan jumlah tersangka 79 orang dari Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam perkara dugaan tindak pidana kerusuhan di Jakarta, 21-22 Mei 2019," kata Kapuspenkum Kejagung Mukri dalam keterangannya, Selasa (18/6/2019).


Ia mengatakan para tersangka disangkakan melanggar Pasal 170 KUHP, Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, Pasal 218 KUHP, dan Pasal 187 KUHP. Selanjutnya jaksa menunjuk jaksa peneliti untuk mengikuti perkembangan kasusnya.

"Bahwa dengan diterimanya SPDP tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerbitkan surat perintah penunjukan tim jaksa penuntut umum yang beranggotakan dua orang jaksa untuk masing-masing SPDP dalam mengikuti perkembangan penyidikannya," ungkapnya.


Diketahui, pascarusuh 22 Mei, polisi telah menangkap 442 tersangka perusuh dan mengungkap tiga kelompok penunggang gelap. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki keterkaitan para perusuh dengan kelompok-kelompok tersebut.

Adapun tiga kelompok yang dimaksud adalah kelompok teroris, kelompok penyelundup senjata api dari Aceh, serta kelompok pemegang senjata api dan yang merencanakan pembunuhan empat tokoh nasional. Ketiga kelompok ini berbeda dengan massa perusuh yang sudah berada di lapangan.

Sementara itu, Polri mengatakan, 4 dari 9 orang yang meninggal dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei dipastikan tewas akibat tertembak peluru tajam. Kepastian tersebut didapatkan setelah tim forensik RS Polri melakukan autopsi terhadap keempat jasad tersebut.

Setelah memastikan empat orang yang tewas karena terkena peluru tajam, polisi mendalami penyebab kematian lima lainnya. Diketahui lima jasad lainnya tidak sempat diautopsi karena sudah lebih dulu dijemput oleh pihak keluarga sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Polri tetap menduga kuat orang yang tewas adalah bagian dari kelompok perusuh lantaran berada di lokasi kerusuhan.

"Kita menduga keras itu pelaku perusuh. Kita tahu bahwa yang terjadi saat itu ada dua segmen, massa damai dan massa perusuh... para korban ditemukan di TKP (kerusuhan) tersebut," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra.
(yld/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed