detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 20:15 WIB

Dapat Laporan Ruangan Disegel, Jokdri Akui Minta Staf Berkoordinasi

Yulida Medistiara - detikNews
Dapat Laporan Ruangan Disegel, Jokdri Akui Minta Staf Berkoordinasi Joko Driyono/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Terdakwa perusakan barang bukti, Joko Driyono mengaku mendapatkan laporan bahwa ruangannya disegel dari saksi Kokoh Afiat. Selain itu dia meminta Kokoh berkoordinasi dengan sopirnya, Muhamad Mardani Morgot terkait barang di kantornya.

Jokdri mengaku awalnya mendapat telepon dari Kokoh Afiat (anak buah). Jokdri mengatakan, pada telepon itu Kokoh menyampaikan kedatangan polisi terkait komisi disiplin. Selanjutnya Kokoh menanyakan ke Jokdri apa yang harus dia lakukan.


"Pertama, komunikasi berlanjut saya mengatakan itu urusannya dengan komdis. Beliau konsul ke saya saya harus ngapain, saya sampaikan begitu datang ke kantor layani," kata Jokdri menanggapi kesaksian Kokoh Afiat, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Jokdri mengatakan selanjutnya Kokoh kembali menghubunginya. Kokoh, menurut Jokdri, melaporkan kantornya sedang diberi police line, ia mengaku khawatir dengan barang-barang yang disita.

"Kedua, dia menyampaikan bahwa kantor sedang di police line. Sekaligus menyampaikan ada kekhawatiran beliau terhadap barang barang yang ada penggeledahan," ujarnya.

Jokdri pun meminta Kokoh berkoordinasi dengan sopirnya, Muhamad Mardani Morgot terkait barang barang yang akan disita polisi.

"Kalau berikutnya itu bukannya saya dengan Dani. Kedua disampaikan 'oke saya coba komunikasi sama Dani (Mardani). Nanti Pak Kokoh komunikasikan ke Dani kalau ada inisiatif (kalau ada kekhawatiran itu)'," ungkapnya.

Belakangan diketahui, Mardani masuk ke ruangan Jokdri untuk mengamankan dokumen, laptop dan DVR CCTV. Pada sidang ini, Kokoh Afiat yang dihadirkan sebagai saksi mengaku dokumen yang dikhawatirkan disita terkait Persija.

"Dia (Jokdri) cuma tanya ada apa aja barang barang saya di sana. Saya ada barang Persija dokumen audit," ungkap Kokoh.

Kokoh mengaku Jokdri memintanya berkordinasi dengan sopirnya, Mardani jika mau mengeluarkan barang yang dimaksud. Padahal diketahui ruangan Jokdri sudah disegel polisi, tetapi Mardani memasuki ruangan Jokdri menggunakan pintu akses khusus.

"Cuma kalau mau dikeluarkan nanti koordinasi sama Dani," ujarnya.

Jokdri sebelumnya didakwa bersama-sama dengan saksi Muhamad Mardani Morgot alias Dani dan Mus Muliadi (terdakwa yang diajukan dalam penuntutan terpisah). Jokdri didakwa melakukan, mengambil barang yaitu berupa DVR server CCTV dan satu unit Laptop merek HP Notebook 13 warna silver, yang sebagian atau seluruhnya dalam penguasaan penyidik Satgas Antimafia Bola.
(yld/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed