detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 20:14 WIB

Pengacara Kivlan Zen: Rp 150 Juta untuk Demo Bukan dari Habil Marati

Samsuduha Wildansyah, Matius Alfons - detikNews
Pengacara Kivlan Zen: Rp 150 Juta untuk Demo Bukan dari Habil Marati Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Muhammad Yuntri, pengacara Kivlan Zen, membantah jika kliennya dikatakan menerima uang SGD 15 ribu atau sekitar Rp 150 juta dari Habil Marati. Yuntri menyebut uang itu milik pribadi kliennya.

"Uang Rp 150 juta hasil tukar valas milik KZ (Kivlan Zen), bukan diterima dari Habil Marati," kata Yuntri dalam keterangan kepada detikcom, Selasa (18/6/2019).

Yuntri juga membantah jika dikatakan bahwa uang itu berkaitan dengan rencana pembunuhan tokoh nasional. Ia menyebut uang itu untuk kegiatan operasional demo.

"Itu (uang) yang langsung diserahkan kepada Iwan, sesuai rencana untuk demo di Monas, depan Istana, sebagai antikomunis dalam rangka peringatan Hari Supersemar," jelas Yuntri.



Namun, setelah uang itu diserahkan Kivlan kepada Iwan, Iwan tak kunjung membuat acara demo itu. Iwan malah menghilang dan acara demo di Monas itu tidak terjadi.

"(Iwan) dia dicari dan dicek acara (demo di Monas) itu ternyata nggak ada. Itu kan kegiatan buruh di Monas dan kegiatan Supersemar itu tapi Iwannya ke mana," kata Yuntri.

Yuntri mengatakan uang itu memang diserahkan kepada Iwan bukan untuk membeli senjata api seperti kesaksian Iwan.

"Pokoknya itu nggak ada kaitannya dengan aliran dana untuk beli senjata," tegasnya.

Sebelumnya, polisi menyampaikan Habil Marati memberikan uang SGD 15 ribu kepada Kivlan Zen dan Iwan. Uang tersebut merupakan dana operasional. Kivlan Zen lalu disebut mencari eksekutor dan memberi target empat tokoh nasional.



(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed