detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 19:46 WIB

Round-Up

Mengharapkan Pertobatan Novanto di Gunung Sindur

Tim detikcom - detikNews
Mengharapkan Pertobatan Novanto di Gunung Sindur Setya Novanto (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Rutan Gunung Sindur diharapkan menjadi tempat pertobatan koruptor kasus e-KTP Setya Novanto. Mantan Ketua DPR itu melakukan pelanggaran disiplin karena pelesiran ke toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung.

"Maka kami ambil tindakan segera, malam itu dipindahkan ke Gunung Sindur dari Lapas Sukamiskin. Saya dilaporin. Kita kasih buat pertobatan," kata Menkum HAM Yasonna Laoly di Graha Pengayoman, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).



Novanto dipindah dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur setelah tepergok pelesiran pada Jumat (14/6). Novanto awalnya mendapatkan rekomendasi dari lapas untuk menjalani pengobatan di luar lapas pada Selasa (11/6). Dia mengeluh tangannya tak bisa digerakkan.

Mantan Ketum Partai Golkar itu kemudian dinyatakan oleh dokter menjalani rawat inap. Novanto dirawat inap hingga pada Jumat (14/6) diizinkan kembali ke lapas.



Namun Novanto malah kabur. Petugas langsung melakukan pencarian sekitar pukul 15.00 WIB. Dia ternyata pelesiran ke toko bangunan mewah bersama istrinya. Belum diketahui jelas motif Novanto mendatangi lokasi.

Akibat tindakan tersebut, Novanto dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur. Di rutan tersebut, Novanto menempati sel dengan pengamanan super-maximum security.



Menurut Yasonna, Novanto ditempatkan di rutan yang masuk kategori high risk itu agar merenungi kesalahannya.

"Ini kan pelanggaran disiplin, maka kami tempatkan sementara di situ untuk merenunginya. Memang di sana supermaksimum, seharusnya tidak di sana, tetapi ya sudahlah," ujarnya.



Selain itu, Yasonna mengingatkan napi korupsi lain di Lapas Sukamiskin agar taat aturan. Dia menegaskan akan menerapkan aturan dengan tegas.

"Ini juga memberikan pesan kepada teman-teman yang di dalam, saya kasih pesan ke mereka, well kamu harus playing by the rule at a wise. Nanti membuka kotak pandora mereka-mereka, ntar rakyat bilang, pindah saja semua ke Nusakambangan, tapi bisa kejadian, tapi perlu uang lagi," jelas Yasonna.

"Asal kita bisa tegakkan aturan dan SOP (standard operating procedure) dengan baik, semua akan taat. Kalau lakukan sesuatu, kasih hukuman," imbuh dia.
(knv/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed