detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 18:30 WIB

Curahan Hati Bupati Serang Saat Tanda Tangani Dokumen Cerai ASN

Uji Sukma Medianti - detikNews
Curahan Hati Bupati Serang Saat Tanda Tangani Dokumen Cerai ASN Foto: Dok. Pemkab Serang
Jakarta - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku sedih dan berat jika diminta menandatangani dua dokumen yang menyangkut kehidupan aparatur sipil negara (ASN). Dua dokumen tersebut adalah dokumen perceraian dan pemberhentian ASN secara tidak hormat.

"Sangat berat kalau diminta tangan tangan soal perceraian dan pemberhentian ASN secara tidak hormat. Saya sedih untuk menandatangani, tetapi prosedurnya sudah berjalan dan memang saya harus tanda tangan," kata Tatu dalam keterangan tertulis, Selasa (18/6/2019).


Adapun penyebab Tatu bersedih saat menandatangani dua dokumen itu adalah menyangkut keberlangsungan hidup keluarga ASN. Dia pun meminta para anggota dan pengurus Darma Wanita Persatuan (DWP) sama-sama menekan jumlah perceraian.

"Bagaimanapun dengan kondisi saat ini, memang ada persoalan yang mengakibatkan perceraian. Di sini fungsi DWP harus hadir sebagai sarana komunikasi," ujar Tatu, yang juga hadir saat halalbihalal pengurus dan anggota DWP di Aula Tb Suwandi, Setda Pemkab Serang.

Tatu berharap DWP Kabupaten Serang bisa menjadi sarana pembinaan dan saling belajar di antara istri-istri ASN. Serta turut memberdayakan masyarakat bersama Penggerak PKK yang ada hingga ke tingkat desa.

"Saya ingin DWP hadir untuk sama-sama hadir di bidang ekonomi dan sosial budaya. Apalagi ada pergeseran sosial dan ada hal negatif akibat media sosial," ujarnya.


Ia pun menyoroti angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi. Padahal fasilitas kesehatan dan infrastruktur jalan sudah cukup baik di Kabupaten Serang. Ditambah lagi setiap puskesmas sudah difasilitasi dua ambulans dan 100 ambulans untuk pemerintah desa mulai tahun ini.

"Kita termasuk siaga satu AKI-AKB. Ada kepala puskesmas menyampaikan bahwa infrastruktur jalan sudah baik sehingga akses menuju fasilitas kesehatan cukup mudah," ujarnya.

Tatu juga menemukan fenomena maraknya menikah usia muda atau belum cukup umur di Kabupaten Serang sehingga menyebabkan ibu hamil rentan terkena kasus AKI dan AKB. Terkait hal tersebut, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan para tokoh agama.

"Saya sudah melakukan komunikasi dengan para tokoh agama, bagaimana kita semakin masif melakukan pemahaman dan penguatan akidah dan akhlak masyarakat, terutama anak muda," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Serang Nurlinawati Entus Mahmud mengatakan para istri-istri ASN Kabupaten Serang terus meningkatkan silaturahmi serta komunikasi dalam rangka mendukung serta berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Serang.

"Kami juga mengundang penceramah untuk memberikan edukasi serta pencerahan kepada pengurus serta anggota DWP Kabupaten Serang," ujarnya.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed