detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 18:21 WIB

Kunjungi RI, Presiden Institut Xinjiang Cerita soal Sikap China ke Muslim

Zakia Liland - detikNews
Kunjungi RI, Presiden Institut Xinjiang Cerita soal Sikap China ke Muslim Perwakilan China saat berkunjung ke Jakarta dan bicara soal muslim di Xinjiang (Foto: Zakia Liland/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Asosiasi Islam China yang juga Presiden Institut Islam Xinjiang, Abudurekefu Tumuniyazi, berkunjung ke Indonesia. Dia bertemu dengan delegasi Indonesia yang sempat berkunjung ke Xinjiang.

"Saya senang berada di Jakarta, ibukota Indonesia. Tahun ini saya menerima beberapa kunjungan dari Indonesia yang mengunjungi Xinjiang dan juga institut saya yaitu Xinjiang Islamic Institute. Sebagai kita tahu ada beberapa orang di sini merupakan 35 delegasi yang saya terima waktu itu," kata Abudurekefu di Hotel Ritz Calton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Abudurekefu mengatakan baru saja bertemu dengan PP Muhammadiyah. Dia mengatakan juga merasa dekat dengan para delegasi yang pernah datang ke Xinjiang.


"Saya merasa terkoneksi cukup dalam dengan teman-teman Indonesia terutama mereka yang hadir hari ini. Ketika kami di Hotan, kami melakukan makan siang dengan sebuah keluarga. Dan di rumah keluarga tersebut, mereka semua bernyanyi pada saat itu dan mereka tidak bisa untuk tidak bergabung menari bersama mereka. Ini sangat mengagumkan buat saya karena ini pertama kalinya saya melihat tokoh keagamaan yang menari dengan baik diiringi dengan musik," ujarnya.

Abudurekefu juga mengucapkan selamat Idul Fitri kepada muslim di Indonesia. Dia juga kagum saat menjalankan salat di Masjid Istiqlal.

"Kemarin saya mengunjungi masjid terbesar di Jakarta yaitu Masjid Istiqlal. Itu sangat mengagumkan dan orang-orang tahu betul mengenai sejarah dari masjid ini. Dan saya tahu, masjid itu sama tuanya dengan saya. Masjid itu dibangun tahun 1961 dan saya lahir pada tahun 1962," ucap dia.


"Dan di sisi lain jalan, terdapat Gereja Katedral. Jadi saya bisa melihat bagaimana inklusif dan toleran serta menariknya masyarakat Indonesia dan saya tahu bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar," sambungnya.

Abudurekefu Tumuniyazi bercengkrama dengan delegasi Ri yang sempat mengunjungi XinjiangAbudurekefu Tumuniyazi bercengkrama dengan delegasi Ri yang sempat mengunjungi Xinjiang (Foto: Zakia Liland/detikcom)

Abudurekefu lalu cerita soal kondisi muslim di Xinjiang. Dia ingat ketika delegasi Indonesia dipersilakan berinteraksi dengan warga penghuni kamp pelatihan yang ada di Xinjiang.

Abudurekefu mengatakan kebijakan yang dijalankan di Xinjiang mengingat kondisi geografis dan geopolitik provinsi terbesar di China itu.


"Ada banyak wilayah yang saling hidup berdampingan satu dengan yang lain di China dengan 5 wilayah sebagai yang utama. Di Xinjiang kita dapat lihat mayoritasnya adalah mereka yang percaya kepada Islam. Di sekitar China ada lebih dari 13 juta dan di Xinjiang lebih dari 10 juta. Di sekitar Cina ada lebih dari 100.000 masjid dan di Xinjiang ada 24.000. Ada banyak asosiasi Islam dan di Xinjiang ada 123," bebernya.

Dia mengatakan di China ada kebijakan dasar nasional untuk melindungi dan menghargai kebebasan kepercayaan religius. Dia mengatakan kebebasan religius adalah hak dasar yang dijamin konstitusi China.

"Kebebasan kepercayaan religius adalah urusan pribadi. Tidak ada yang dapat mendiskriminasi atau memaksakannya, entah itu badan negara, organisasi sosial maupun individu. Hukum Cina melindungi kegiatan religius yang normal apakah itu dilakukan di publik maupun di rumah mereka masing-masing berdasarkan kebiasaan mereka," tuturnya.


Dia mengatakan di Xinjiang disediakan makanan halal bagi muslim. Selain itu juga ada adat pemakaman. Abudurekefu mengatakan kebijakan puasa juga ada di Xinjiang. Muslim pun dibolehkan menunaikan ibadah haji.

Suasana di kamp Uighur XinjiangSuasana di kamp Uighur Xinjiang (Foto: Antara Foto/M. Irfan Ilmie)

Dia menambahkan, pemerintah China juga memberikan tunjangan kepada tokoh agama. Sementara bagi pekerja religius diberikan asuransi medis, pensiun, dan asuransi kecelakaan.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah China sepenuhnya memenuhi dan menghormati perasaan dan permintaan dari para penganut (Islam)," tuturnya.


Dalam pertemuan ini turut hadir Deputy Kongres Rakyat Nasional, Yu Zhiang; Wakil Presiden Eksekutif Masyarakat Hukum Xinjiang, Zhang Xiu Cheng, perwakilan Kementerian Luar Negeri China, Wang Lixin; dan perwakilan Kedubes China, Qiu Xinli.

Selain itu turut hadir Wasekjen MUI, Rofiqul Umam Ahmad, Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Lutfi Amir Attamimi, perwakilan Universitas Indonesia (UI) yakni Broto Wardoyo dan Yeremia Lalisang; perwakilan LIPI Defbry Margiansyah; serta peneliti Habibie Center, Muhamad Arif.




Tonton video Soal Pajak, Pelaku UMKM Minta Jokowi Tiru Konsep China:

[Gambas:Video 20detik]


(jbr/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +