detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 18:17 WIB

Konektivitas Transportasi Jadi Isu Utama di Forum Transportasi ASEAN

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Konektivitas Transportasi Jadi Isu Utama di Forum Transportasi ASEAN Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta - Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya di dunia Internasional, khususnya pada forum regional dengan menghadiri dua sidang Association South East Asia Nation (ASEAN), yaitu 47th ASEAN Senior Transport Officials Meeting (STOM) dan 3rd ASEAN and European Union Senior Transport Officials Dialogue (ASEAN-EU STOD) pada 18-20 Juni mendatang di Da Nang, Vietnam.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan isu-isu terkait dengan konektivitas serta perkembangan transportasi akan menjadi isu utama yang akan dibahas pada pertemuan ASEAN STOM kali ini. Khususnya dalam meningkatkan perdagangan dan perekonomian di ASEAN.

Menurutnya, beberapa hal yang dibahas, antara lain terkait parameter perkembangan Kuala Lumpur Strategic Transport Plan (KLSTP) 2016-2025, kerja sama dengan mitra wicara (China, Jepang, Republik Korea, Rusia, dan Uni Eropa), dan perkembangan ratifikasi perjanjian transportasi, persiapan Pertemuan ke-25 Menteri Transportasi ASEAN.

"Selain itu, kita juga akan membahas hasil laporan Working Group di semua sektor transportasi, baik darat, laut, maupun udara, yang telah dilaksanakan pada Semester I Tahun 2019," ujar Bambang dalam keterangannya, Selasa (18/6/2019).


Sementara itu, Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri Kemenhub Lusi Andayani menyampaikan, dalam pertemuan kali ini, pihaknya akan menyampaikan perkembangan-perkembangan di sektor transportasi laut, antara lain terkait operasional kapal roll on-roll off (ro-ro) dengan rute Dumai-Melaka, serta persiapan pelaksanaan Baselines Survey terkait rencana pembentukan Same Risk Area (SRA) implementasi Ballast Water Management.

"Pada pertemuan ini, kita akan menyampaikan hasil pembahasan pada Joint Task Force Meeting RoRo Dumai-Melaka ke-3 yang diselenggarakan pada 4-5 April yang lalu di Putrajaya Malaysia," ungkap Lusi.

Lusi menjelaskan, pada Joint Task Force Meeting tersebut, Indonesia dan Malaysia telah menyepakati bahwa yang menjadi masalah utama dalam penyelenggaraan rute Ro-Ro Dumai-Melaka adalah transportasi jalan.

Maka dari itu, kata Lusi, telah disepakati untuk membentuk Sub-komite guna membahas masalah tersebut dengan menunjuk Divisi Maritim Ministry of Transportation Malaysia sebagai Sekretariat untuk menyusun Term of Reference serta memantau perkembangan dari pertemuan-pertemuan Sub-Komite.

Lebih lanjut, di bawah payung Task Force Sub-Komite Ro-Ro Dumai-Melaka, lembaga-lembaga yang bertanggung jawab terhadap transportasi jalan di Malaysia, akan mendiskusikan permasalahan regulasi, spesifikasi dan jenis kendaraan, standar pengemudi, prosedur operasi, perizinan, serta pergerakan area kendaraan dan penanganan penumpang.


"Sub-Komite juga akan meninjau dampak penerapan rute Ro-Ro Dumai-Melaka ini terhadap operator lokal. Dan yang terakhir, Sub-Komite akan membuat kesimpulan hasil diskusi terkait SOP dan perjanjian untuk dapat memungkinkan perpindahan kendaraan pribadi antara Malaysia dan Indonesia serta sebaliknya," jelas Lusi.

Pertemuan pertama Sub-Committee of Ro-Ro Melaka-Dumai Task Force Meeting ini, lanjut Lusi, akan diselenggarakan pada Juli 2019 dengan Indonesia sebagai tuan rumah.

"Kita berharap rute Ro-Ro Dumai-Melaka ini dapat dioperasikan pada awal tahun 2020 mendatang," pungkas
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed