detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 18:01 WIB

Unair Optimistis Kuota 1.600 Kursi Jalur Mandiri Terpenuhi

Amir Baihaqi - detikNews
Unair Optimistis Kuota 1.600 Kursi Jalur Mandiri Terpenuhi Universitas Airlangga (Foto: Hilda/detikcom)
Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) optimistis kuota 30 persen atau 1.600 kursi pendaftaran melalui jalur mandiri pada tahun ajaran 2019-2020 akan terpenuhi. Pendaftaran sendiri saat ini masih berjalan dan sudah dimulai sejak tanggal 13 Juni sampai 24 Juni.

"Kalau pendaftaran sudah mulai sejak tanggal 13 sampai ditutup nanti tanggal 24," kata Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair Solikin, Selasa (18/6/2019).



Solikin optimistis kuota 30 persen akan terpenuhi. Jika berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pendaftar jalur mandiri selalu lebih dari kuota yang disediakan.

"Ya selalu terpenuhi dan bahkan berlebih karena dari 1.600 itu pendaftarnya semisal dari tahun kemarin 15.000 lebih. Kalau sekarang perkiraan saya sekitar 10.000 lah," beber Solikin.

Solikin menjelaskan, untuk aturan kuota 30 persen atau 1.600 kursi yang diperebutkan pendaftar memang telah diatur pemerintah. Setiap tahunnya, jumlah itu tidak berubah.

"Kalau di jalur mandiri kan memang kuotanya sudah diatur oleh pemerintah itu 30 persen dari daya tampung. Ya sekitar 1.600 lah," imbuhnya.



Lalu berapa jumlah pendaftar yang tercatat sampai hari ini? Solikin mengaku belum update mengenai hal itu. Namun dari data terakhir yang ia lihat siang tadi sudah mencapai 1.000 lebih pendaftar.

"Saya masih belum ngecek. Kebetulan saya masih di luar. Tapi tadi siang saya sudah mencapai 1000 an lebih. Ini kan masih berjalan. Biasanya orang-orang nunggu karena berbarengan dengan SMPTN itu," tandas Solikin.

Penerimaan Tak Terkait Sumbangan

Unair membantah anggapan masyarakat selama ini bahwa pendaftaran mahasiswa melalui jalur mandiri ditentukan oleh besarnya uang sumbangan ke pihak kampus. Sebab, syarat utama diterima atau tidak ditentukan oleh hasil tes tulis calon mahasiswa.

"Itu yang saya perlu minta tolong diluruskan. Besarnya sumbangan itu tidak ada hubungannya dengan peluang diterima atau tidaknya. Orang-orang yang sering salah kaprah itu dengan memperbesar sumbangan akan diterima. Tapi itu tidak ada hubungannya," kata Solikin.



"Tetap yang jadi acuan utama Unair itu ya tesnya bagus atau tidak. Mau nyumbang berapapun kalau hasil tesnya jelek nggak akan diterima," lanjut Solikin.

"Makanya pak rektor juga sudah sering mengatakan, kalau ada yang bilang nyumbang Rp 1 miliar untuk masuk ke Unair itu berita bohong itu, hoaks itu," tambahnya.

Dalam tes tulis yang diselenggarakan Unair, terang Solikin, pihak Unair akan mengujikan 2 tes yakni Tes Potensi Akdemik (TPA). Sedangkan tes yang kedua adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Tes tulis ada dua macam, satunya Tes Potensi Akademik (TPA) satunya tes kemampuan akademik (TKA). Kalau yang IPA itu fisika, kimia, matematika, biologi yang tes mata pelajaran ya. Cuma itu ditambah oleh Unair dengan tiga tes seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan wawasan kebangsaan itu tes kemampuan akademik," terangnya.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed