Sidang Sengketa Pilpres

KPU Jawab Tudingan Kecurangan Pilpres TSM, Balik Tanya soal Perolehan Suara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Jun 2019 10:12 WIB
Foto: Dok. detikcom
Jakarta - Tim hukum KPU menjawab tudingan tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menuding adanya kecurangan Pilpres secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). KPU balik menyinggung tim Prabowo tak bisa mengukur dugaan kecurangan Pilpres TSM dengan dampak perolehan suara.

Tim hukum KPU dalam jawaban (eksepsi) menyebut tim Prabowo sebagai pemohon menuntut sanksi diskualifikasi terhadap pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Sanksi diskualifikasi didalilkan tim Prabowo terkait pelanggaran seperti penyalahgunaan APBN, penyalahgunaan anggaran BUMN, ketidaknetralan aparatur negara, diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum, serta pembatasan kebebasan media.

"Termohon tidak mampu menjelaskan hubungan kausalitas antara pelanggaran tersebut dan kebebasan pemilih dalam menentukan pilihannya," sambung Ali Nurdin.

Tim hukum KPU juga mempertanyakan dampak nyata dari 5 bentuk pelanggaran yang disebut tim Prabowo terhadap preferensi para pemilih.

"Apakah bentuk-bentuk pelanggaran tadi telah memberikan dampak secara nyata yang mempengaruhi para pemilih pada suatu wilayah sehingga pemilih tidak bebas lagi menentukan pilihannya yang melanggar asas langsung, umum, bebas, dan rahasia. Selain itu, pemohon juga tidak bisa merumuskan bagaimana dampaknya atau pengaruhnya terhadap perolehan suara masing-masing pasangan calon," papar tim hukum KPU.



KPU Menepis Adanya Mahkamah Kalkulator: Penghinaan!:

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)