detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 05:50 WIB

Round-Up

Seruan Kosong-kosong hingga Berakhirnya Kampret-Cebong

Tim detikcom - detikNews
Seruan Kosong-kosong hingga Berakhirnya Kampret-Cebong Ilustrasi setop 'Cebong-Kampret' (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - Pilpres 2019 memunculkan kelompok kampret dan cebong. Kini Pilpres sudah menjelang pungkasan, di momen Syawal ini seruan untuk saling memaafkan bergema guna mengakhiri persaingan kampret vs cebong.

Sebagaimana diketahui, kampret adalah sebutan untuk pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Cebong adalah sebutan untuk pendukung 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Istilah cebong, kampret, 01, dan 02 dinilai semakin tidak relevan.

"Jadi sekarang ini, mohon maaf, tidak perlu lagi ada 01, tidak perlu lagi ada 02, yang ada adalah kosong-kosong," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).




Istilah 'kosong-kosong' memang lekat dengan budaya saling bermaaf-maafan dalam suasana lebaran. Kosong-kosong juga perlu diwujudkan di momen rekonsiliasi politik. Momen itu didorong Muhammadiyah untuk segera terwujud supaya pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo berdamai.


Seruan Kosong-kosong hingga Berakhirnya Kampret-CebongSekum Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (Jefrie/detikcom)


"Ya kami mendukung (rekonsiliasi), bahkan kami menyampaikan permohonan kepada beliau (Prabowo-Jokowi) untuk pertemuan bisa dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya pada kesempatan pertama," kata dia.




Memang, kini sengketa hasil Pilpres 2019 masih diproses lewat persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun begitu putusan MK diketok nanti, diharapkan pembelahan diametral di masyarakat bakal segera terobati. Harapan ini diutarakan oleh tokoh dari kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Kan ini kan temen sendiri. Jadi nggak ada tuh kampret cebong. Itu harus udah selesai, nggak ada lagi. Sana temen, BPN temen, kita bukan lawan Belanda. Jadi apapun saya kira keputusan MK pasti akan diterima dengan baik, dihormati," kata Zulkifli di kediamannya, Jl Nusa Indah Raya, Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (15/6) kemarin.



Elite kubu Tim Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berkomentar tentang Zulkifli Hasan yang ingin agar pembelahan kampret vs cebong selesai. Adalah Wakil Ketua TKN Arsul Sani yang berpandangan harapan Zulkifli bisa diwujudkan bila semua elite politik berhenti bersikap saling merendahkan. Sikap yang bijak dari elite politik ini merupakan faktor yang lebih utama ketimbang faktor putusan MK nanti.

"Sebenarnya yang dibutuhkan adalah berhentinya perilaku dan perkataan yang sarkastis, merendahkan, dan provokatif dari para elite politik, tokoh masyarakat, serta agama dan jajaran pimpinan partai," kata Arsul kepada wartawan, Sabtu (15/6) kemarin.




Habiburokhman yang merupakan anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi meyakini semua pihak akan menerima putusan MK. Sebagaimana diketahui, putusan itu akan menentukan apakah gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019 akan dikabulkan MK atau tidak. Habiburokhman juga tak merasa pembelahan masyarakat menjadi cebong-kampret begitu nyata.


Seruan Kosong-kosong hingga Berakhirnya Kampret-CebongHabiburokhman (Matius Alfons/detikcom)


"Selama ini nggak ada (cebong dan kampret). Saya kan nggak pernah ngomong cebong-cebong," kata Habibruokhman kepada wartawan, Sabtu (15/6) kemarin.




Bicara soal sikap legowo terhadap apapun putusan MK nantinya, ada jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas yang dipublikasikan pada Senin (17/6). Sebanyak 536 responden di 17 kota besar diberi pertanyaan 'menerima atau menolak hasil Pemilu 2019?'.

Dari situ terlihat, 53,5% pendukung Prabowo-Sandiaga menerima apapun hasil Pemilu 2019. Hanya 36,8% yang menolak. Di kubu Jokowi-Ma'ruf, 96,4% menerima apapun hasil Pemilu 2019 dan 2,3% menolak apapun hasil Pemilu 2019.


Sandiaga-Zulhas Bahas Sidang MK: Nggak Ada Lagi Cebong-Kampret:


(dnu/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com