Round-Up

Seruan Kosong-kosong hingga Berakhirnya Kampret-Cebong

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Jun 2019 05:50 WIB
Ilustrasi setop 'Cebong-Kampret' (Luthfy Syahban/detikcom)


Elite kubu Tim Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berkomentar tentang Zulkifli Hasan yang ingin agar pembelahan kampret vs cebong selesai. Adalah Wakil Ketua TKN Arsul Sani yang berpandangan harapan Zulkifli bisa diwujudkan bila semua elite politik berhenti bersikap saling merendahkan. Sikap yang bijak dari elite politik ini merupakan faktor yang lebih utama ketimbang faktor putusan MK nanti.

"Sebenarnya yang dibutuhkan adalah berhentinya perilaku dan perkataan yang sarkastis, merendahkan, dan provokatif dari para elite politik, tokoh masyarakat, serta agama dan jajaran pimpinan partai," kata Arsul kepada wartawan, Sabtu (15/6) kemarin.




Habiburokhman yang merupakan anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi meyakini semua pihak akan menerima putusan MK. Sebagaimana diketahui, putusan itu akan menentukan apakah gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019 akan dikabulkan MK atau tidak. Habiburokhman juga tak merasa pembelahan masyarakat menjadi cebong-kampret begitu nyata.


Seruan Kosong-kosong hingga Berakhirnya Kampret-CebongHabiburokhman (Matius Alfons/detikcom)


"Selama ini nggak ada (cebong dan kampret). Saya kan nggak pernah ngomong cebong-cebong," kata Habibruokhman kepada wartawan, Sabtu (15/6) kemarin.




Bicara soal sikap legowo terhadap apapun putusan MK nantinya, ada jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas yang dipublikasikan pada Senin (17/6). Sebanyak 536 responden di 17 kota besar diberi pertanyaan 'menerima atau menolak hasil Pemilu 2019?'.

Dari situ terlihat, 53,5% pendukung Prabowo-Sandiaga menerima apapun hasil Pemilu 2019. Hanya 36,8% yang menolak. Di kubu Jokowi-Ma'ruf, 96,4% menerima apapun hasil Pemilu 2019 dan 2,3% menolak apapun hasil Pemilu 2019.


Sandiaga-Zulhas Bahas Sidang MK: Nggak Ada Lagi Cebong-Kampret:

Halaman

(dnu/zak)