detikNews
Senin 17 Juni 2019, 14:02 WIB

Lagi di Singapura, Adik Eks Gubernur Sulsel Batal Diperiksa Polisi Hari Ini

Reinhard Soplantila - detikNews
Lagi di Singapura, Adik Eks Gubernur Sulsel Batal Diperiksa Polisi Hari Ini Foto: Polres Makassar (Rei-detikcom)
Makassar - Adik mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, tidak memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa terkait dugaan kasus korupsi kapal latih Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel. Ketidakhadiran Irman Yasin Limpo itu diketahui karena izin tengah berada di Singapura.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP indratmoko mengatakan, polisi akan melakukan pemanggilan ulang kepada Kadisdik Sulsel itu.

"Dijadwalkan hari ini untuk dilakukan pemeriksaan namun yang bersangkutan berhalangan hadir. Tadi dari ada stafnya menyampaikan yang bersangkutan saat ini sedang membesuk kakaknya yang sedang di rawat di rumah sakit Singapura sehingga kita akan menjadwalkan pemanggilan ulang," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, pada Senin (17/6/2019).

Rencananya, sesuai jadwal pemanggilan polisi, Imran Yasin Limpo akan diambil keterangannya sebagai saksi oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mapolrestabes Makassar pada hari ini jam 10.00 WITA.

Hingga kini, terkait kasus dugaan korupsi delapan kapal latih milik Disdik Sulsel itu, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang terkait.

"Saksi itu sudah sekitar 10 sampai 11 orang sudah diperiksa," sebut Indratmoko.



Sebelumnya, kasus dugaan korupsi delapan kapal latih yang terparkir di Pelabuhan Untia Makassar ini telah diselidiki oleh polisi sejak bulan Maret lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan, diduga ada proses mekanisme lelang yang tidak sesuai dan pengerjaan kapal yang melebihi batas waktu.

"Sudah naik ke tahap penyidikan, dugaannya sementara ada proses mekanisme lelang yang tidak sesuai, yang kedua penyelesaian pengerjaan pembuatan kapal ini melebihi batas anggaran 2018 sampai 2019 belum selesai," kata Indratmoko.



Rencananya, delapan kapal yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan menghabiskan anggaran Rp. 34 Miliar akan digunakan untuk membantu sarana persekolahan di SMK Sulsel.

"Pengadaan kapal latih untuk praktek siswa SMK di kabupaten-kabupaten Sulsel," tutur Indratmoko.


(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed