detikNews
Senin 17 Juni 2019, 13:13 WIB

Tembak Mati Subaidi karena Beda Pilpres, Idris Tetap Dihukum Seumur Hidup

Andi Saputra - detikNews
Tembak Mati Subaidi karena Beda Pilpres, Idris Tetap Dihukum Seumur Hidup Idris (mengenakan kaos merah) saat ditangkap (ist.)
Surabaya - Hukuman Idris, penembak mati Subaidi yaitu penjara seumur hidup dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Idris melakukan pembunuhan berencana menggunakan senjata api yang menewaskan seorang anggota PPS asal Kecamatan Sokobanah, Subaidi.

Perbuatan warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, itu terjadi pada Rabu 21 November 2018. Ia menembak Subaidi di Jalan Desa Sokobanah Tengah. Tersangka membunuh Subaidi. Pangkalnya, ia sempat cekcok dengan korban melalui media sosial Facebook, gara-gara beda dukungan calon presiden.


Setelah itu, Idris kabur. Pada 27 November 2018, Idris ditangkap aparat Polres Sampang di Jawa Timur.

Pada April 2019, PN Sampang menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan tanpa hak memiliki senjata api dan amunisi. Oleh karena itu, ketua majelis hakim Budi Setyawan didampingi hakim I Gde Perwata dan Afrizal menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada Idris.

Tidak terima, Idris mengajukan banding. Apa kata MA? "Menguatkan putusan PN Sampang tanggal 23 April 2019," ujar majelis hakim sebagaimana dilansir website MA, Senin (17/6/2019).


Duduk sebagai ketua majelis Arief Purwandi dengan anggota Binsar Pamopo Pakpahan dengan anggota Syamsul Ali. Ketiganya menyatakan pertimbangan PN Sampang sudah tepat dan benar.

"Pertimbangan hukum majelis hakim tingkat pertama terhadap unsur-unsur Pasal 340 KUHP dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12/Drt/1952, sebagaimana dakwaan kumulatif dan dakwaan kedua, sudah tepat dan benar menurut hukum dan sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan," ucap majelis dengan suara bulat.


(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed