detikNews
Senin 17 Juni 2019, 10:49 WIB

Selain BIN-BNPT, Pansel Minta BNN Telusuri Rekam Jejak Capim KPK

Andhika Prasetia - detikNews
Selain BIN-BNPT, Pansel Minta BNN Telusuri Rekam Jejak Capim KPK Presiden Joko Widodo mengundang pansel capim KPK ke Istana. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Rekam jejak calon pimpinan (capim) KPK benar-benar ditelusuri dari berbagai sisi. Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK saat ini juga meminta bantuan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga Mahkamah Agung (MA) untuk mengecek latar belakang para pendaftar.

"Minta Ketua MA supaya tracking agar tahu calon itu mengajukan kasasi atau tidak. Jangan sampai tahapan yang lalu, ternyata (pernah) jadi tersangka," kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih usai diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).

Sebelumnya pun Pansel Capim KPK itu sudah menyampaikan penelusuran rekam jejak capim KPK melalui Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Permintaan bantuan BIN dan BNPT itu bertujuan agar para pimpinan KPK kelak tidak memiliki paham radikalisme.

"Kita sampaikan juga kita menambahkan tracking, yaitu yang standar polisi, jaksa, KPK, BIN, PPATK, kita tambahkan BNPT dan BNN," ujar Yenti.


"Dulu tidak ada mungkin itu pertanyaannya. Hari ini berhati-berhati saja. Tidak ada salahnya kita men-tracking semua kemungkinan-kemungkinan itu, jangan ditafsirkan lebih jauh, kita ingin lebih berhati-hati atas semua kemungkinan itu," imbuh anggota Pansel Capim KPK Hamdi Moeloek dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, Pansel Capim KPK itu menyampaikan bahwa secara garis besar Jokowi berharap pimpinan KPK memiliki kemampuan manajerial yang cakap. Terlebih, Jokowi sudah meneken Perpres Strategi Nasional Pencegahan Korupsi.

"Kami diskusi dengan presiden, diharapkan pimpinan KPK ke depan punya managerial skill kuat karena internal dan eksternal ini kita benahi PR besar pansel. Tidak hanya kuasai teknik investigasi, tapi juga membangun sistem transparan dan managerial skill membantu untuk pencegahan," ucap anggota Pansel Capim KPK Diani Sadia Wati.
(dkp/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed