detikNews
Senin 17 Juni 2019, 10:45 WIB

Sambut HUT Bhayangkara Ke-73, RS Polri Operasi Pasien Bibir Sumbing

Rolando - detikNews
Sambut HUT Bhayangkara Ke-73, RS Polri Operasi Pasien Bibir Sumbing RS Polri menyambut HUT Bhayangkara ke-73. (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Menyambut HUT Bhayangkara ke-73 Polri pada 1 Juli nanti, Rumah Sakit Polri Said Sukanto mengadakan bakti kesehatan dengan mengoperasi pasien celah bibir dan langit-langit (bibir sumbing). Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

"Seperti yang kita tahu semua, sebentar lagi Polri akan melaksanakan ulang tahun ke-73, yang mana kelihatan ini adalah rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-73. Makanya Kesehatan Polri menyambut baik hal ini untuk dilaksanakan serentak seluruh Indonesia yang nanti pada tanggal 19 Juni, puncaknya acara kegiatan bakti kesehatan ini yang dipusatkan di Jambi," ujar Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (17/6/2019).


Pemilihan operasi bibir sumbing ini dinilai Musyafak mempunyai manfaat luar biasa. Operasi bibir sumbing dapat menimbulkan rasa percaya diri pada pasiennya.

"Kalau operasi celah bibir dan celah langit-langit ini dampaknya tidak hanya pasien saja, tapi orang tua atau keluarga. Yang tadi barangkali ada kekurangpercayadirian, dengan operasi ini tidak ada itu. Yang tadinya keluarga mempunyai salah satu keluarga yang celah bibir sehingga begitu dioperasi hilang sirna sehingga seperti kita semua," kata Musyafak.

Rencananya, bakti kesehatan operasi bimbing sumbing ini akan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). "Pelaksanaannya tidak hanya di DKI Jakarta tapi di seluruh Indonesia, ada 24 provinsi yang melaksanakan ini bersama-sama yang tujuannya adalah untuk memecahkan rekor Muri karena ada 720 yang akan kita operasi selama 3 hari ini," ucapnya.

Operasi bibir sumbing ini melibatkan kerja sama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI) Jakarta. Ketua PABMI Jakarta Arfan Bedeges mengatakan ini adalah langkah kecil untuk memperbaiki permasalahan bibir sumbing.

"Ini adalah upaya kita, upaya kecil mungkin, dari kita mungkin untuk memperbaiki masalah ini. Karena kalau pasien kena celah bibir dan langit-langit banyak sekali yang ditimbulkan, mulai dari bicara, mungkin dari lahir dia sulit bicara, bahkan ketika fungsi sosial mungkin ada sedikit permasalahan," jelasnya.


Sementara itu, salah satu orang tua pasien, Deti Sumiati yang anaknya berusia 6 bulan, berharap buah hatinya dapat kembali normal pascaoperasi. Hal tersebut agar kelak anaknya besar tidak memilik sifat rendah diri.

"Mudah-mudahan anak saya jadi seperti orang biasa, yang normal, yang pokoknya nggak minder lagi deh. Saya orang tuanya juga sih minder nggak, cuma ada rasa 'ih kok anak lain normal, anak saya nggak'. Saya punya anak 4, yang 3 nggak (sumbing), ini yang terakhir kok beda sendiri gitu," imbuhnya.

Adapun RS Polri Kramat Jati akan mengoperasi 29 pasien. Untuk hari ini, pihak rumah sakit akan mengoperasi 12 pasien bibir sumbing.
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed