detikNews
2019/06/16 21:30:40 WIB

Round-Up

Internal Saling Serang, Kursi Ketum-Sekjen PD Digoyang

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Internal Saling Serang, Kursi Ketum-Sekjen PD Digoyang Foto: SBY (Andhika/detikcom)

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari membela SBY dan Hinca. Ia mengatakan selama ini roda organisasi PD berjalan dengan baik.

"Sekjen dan jajaran kesekjenan melaksanakan tugas yang menjadi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) untuk menjalankan roda organisasi sehari-hari saat ketum sedang merawat almarhumah Ibu Ani Yudhoyono di Singapura selama 4 bulan atas arahan ketum," kata Imelda, Minggu (16/6).


Pembelaan juga datang dari Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menyebut Subur tidak memahami situasi yang saat ini dihadapi partai. "Apa yang disampaikan Subur Sembiring itu sesuatu yang salah dan tidak paham apa yang terjadi. Hinca Pandjaitan ditugasi memimpin roda organisasi secara administratif selama ketum berada di Singapura mendampingi Ibu Ani," kata Ferdinand, Minggu (16/6).

Ia pun mengatakan Subur tidak pernah aktif di PD. Ferdinand kemudian menyinggung usulan Kongres Luar Biasa (KLB) yang disuarakan subur. Menurut Ferdinand, usulan itu yang justru menyalahi aturan partai.

"Jadi yang disampaikan Subur itu sesuatu yang salah dari ketidakpahamannya, karena memang Subur Sembiring tidak pernah aktif dalam partai ini. Semua yang dilaksakan organisasi sekarang ini tidak ada yang keluar dari AD/ART, semua sesuai aturan. Yang menyimpang itu yang mengusulkan KLB," sebutnya.


Politikus PD lainnya, Andi Arief ikut bersuara. Ia meminta pihak yang saat ini membuat gaduh memikirkan rasa kemanusiaan.

Tak hanya 'menyerang' balik Subur, dia juga menyebut-nyebut nama senior PD Max Sopacua dan Ahmad Mubarok yang membentuk Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD).

"Mubarok, Max Sopacua, dan Subur Sembiring yang tak pernah saya lihat berbuat untuk Partai Demokrat--dan fihak luar yang coba ikut campur--, tidak tepat waktunya mengajak kami dan Pak SBY 'berkelahi'. Sekarang kami sedang berduka atas kepergian Ibu Ani. Adakah hati dan kemanusiaan?" cuit Andi lewat akun Twitter @AndiArief__, Minggu (16/6).


Andi pun mengaku sudah tahu skenario Max dkk. Andi membawa-bawa nama Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo yang disebutnya disodorkan kursi Ketum PD oleh Max dkk.

"Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi Ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo, dan lain-lain. Menjadi makelar memang kerap menguntungkan. Tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi," kata dia.
(tsa/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com