detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 20:35 WIB

Round-Up

Pro-Bamsoet Muncul ke Permukaan, Loyalis Airlangga Siapkan Pertahanan

Tim detikcom - detikNews
Pro-Bamsoet Muncul ke Permukaan, Loyalis Airlangga Siapkan Pertahanan Foto: Ilustrasi kursi ketum Golkar/Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Seolah deja vu dengan peristiwa 5 tahun lalu, Partai Golkar kembali dinamis usai pemilu. Bursa ketum Golkar menghangat setelah sekelompok kader muda mendeklarasikan dukungan yang ditujukan kepada pihak yang berpotensi menantang petahana.

Sekelompok kader muda Golkar ini menamakan dirinya Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG). Inisiatornya, Abdul Aziz, mengklaim BPPG diisi oleh perwakilan ormas-ormas yang ada di Golkar.


BPPG membuat pernyataan politiknya secara terbuka hari ini. Isinya, di antaranya menyudutkan kepemimpinan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

"Kita mendorong musyawarah nasional dipercepat. Ini karena kita bersepakat bahwa sebenarnya Golkar ini dalam kondisi kritis. Jadi, ini adalah titik terendah dari pemilu-pemilu sebelumnya bahwa sekarang Golkar dari 2 besar turun jadi 3 besar," kata Abdul Aziz di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2019).

Inisiator BPPG Abdul Aziz.Inisiator BPPG Abdul Aziz. Foto: dok. BPPG

Hasil Pemilu 2019 yang menempatkan perolehan suara Golkar di bawah PDIP dan Gerindra dinilainya sebagai titik terendah partai. Ada pula sorotan soal hilangnya kursi Golkar di DPRD DKI.

Aziz menilai kegagalan yang dialami Golkar saat ini adalah ketidakmampuan Ketua Umum Airlangga Hartanto untuk mengembalikan kejayaan Golkar dengan warisan elektabilitas yang tinggi di masa kepemimpinan Setya Novanto.

"Dalam peninggalan Novanto di angka 16%. Mestinya kalau memang Airlangga bisa mengembalikan kejayaan Golkar, itu adalah modal yang besar. Cuma nyata kan di sebelum pemilu, Golkar hanya mendapat 9% dan hasil akhirnya cuma 12 koma sekian persen," paparnya.


Tak berhenti di situ, Aziz meminta pergantian kepemimpinan. Dia mendeklarasikan dukungan untuk Bambang Soesatyo.

"Karena beliau pertama kita nilai orang yang berdedikasi tinggi terhadap partai. Dia rela mengorbankan waktu dan hartanya untuk partai dan yang paling penting adalah beliau adalah sosok yang bersih," kata Aziz soal alasan mendukung Bamsoet.

Tak perlu waktu lama, manuver Aziz langsung direspons tokoh-tokoh di Golkar. Tokoh dari tiga ormas pendiri Golkar keluar membuat pernyataan menegasikan manuver Aziz dan membela sang ketum.

Ali Wongso.Ali Wongso. Foto: Denita Matondang/detikcom

Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ali Wongso Sinaga mendorong agar Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kembali menjabat di periode mendatang. Menurutnya, Airlangga yang saat ini juga merupakan Menteri Perindustrian, sangat cocok terhadap visi dan misi Golkar.

Ali Wongso menilai sosok Airlangga telah teruji. Airlangga, lanjut dia, juga memiliki chemistry dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama menjalankan tugas sebagai menteri.

"Golkar dengan kepemimpinan Airlangga memasuki Pemilu 2019 lalu telah menghadapi tantangan besar dan berat, tetapi Golkar masih bisa berhasil meraih 85 kursi serta menempatkan Golkar sebagai partai besar nomor dua di DPR RI," kata Ali Wongso, hari ini.


Selain SOKSI, Kosgoro 1957 juga bereaksi memberikan dukungan ke Airlangga. Kosgoro 1957 menegaskan setia kepada petahana.

"Kosgoro 1957 tidak akan keluar dari kebijakan Ketua Umum Agung Laksono. Orang yang pertama mendukung Pak Airlangga sebagai Ketum Golkar adalah Agung Laksono," kata Sekretaris Jenderal Kosgoro 1957 Sabil Rachman kepada wartawan, Minggu (16/6/2019).

Para pendukung Bamsoet menilai Golkar tengah terpuruk di bawah kepemimpinan Airlangga. Namun, Kosogoro 1957 tidak sepakat. Justru Golkar tetap berjaya di bawah kepemimpinan Airlangga.

"Seorang Ketum Golkar yang dipilih oleh Munaslub, bekerja 15 bulan, bisa berhasil dalam dua peristiwa politik penting, yakni Pilpres yang telah berhasil memenangkan Pak Jokowi, dan Pileg yang menempatkan Golkar dengan raihan kursi terbanyak kedua setelah PDIP. Itu capaian yang tidak mudah. Pak Airlangga perlu kita apresiasi," kata Sabil yang juga Ketua DPP Bidang Ormas Golkar ini.

Adies Kadir.Adies Kadir. Foto: Istimewa

Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) juga menegaskan dukungannya kepada Airlangga. Sekjen MKGR Adies Kadier mengatakan mereka tidak ikut-ikutan dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) yang mendesak Golkar mempercepat musyawarah nasional untuk pergantian ketua umum.

"Tidak ada kader Ormas MKGR yang ikut-ikutan dalam dukung-mendukung calon ketum Partai Golkar seperti yang diklaim oleh organisasi BPPG. Ormas MKGR sudah jelas mendukung kepemimpinan Bapak Airlangga untuk memimpin kembali Partai Golkar periode 2019-2024," kata Adies Kadir dalam keterangan tertulis, Minggu (16/6/2019).

Ia mengatakan MKGR mengapresiasi kinerja Airlangga yang mampu mempertahankan capaian Golkar di parlemen. Padahal, kata Adies Kadir, Golkar sempat diterpa isu berat.

"Kita ketahui bersama keberhasilan ini diraih bukan hanya dengan omong-omong saja, tapi melalui kerja keras Bapak Airlangga dan jajaran pengurus Partai Golkar selama kurun waktu setahun," tuturnya.

"Di tengah dinamika dan turbulensi partai yang sangat berat, Bapak Airlangga berhasil membawa partai ini ke posisi yang sangat luar biasa, mempertahankan posisi partai Golkar peringkat dua di DPR RI," lanjut Adies Kadir.
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed