detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 17:57 WIB

Aktivis '98 Berikrar Siap Jadi Tulang Punggung Pemerintahan Jokowi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Aktivis 98 Berikrar Siap Jadi Tulang Punggung Pemerintahan Jokowi Presidden Jokowi bertemu dengan aktivis '98. (Foto: Ray Jordam/detikcom)
Jakarta - Aktivis '98 menggelar halalbihalal di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, para aktivis berikrar untuk siap menjadi tulang punggung pemerintahan periode kedua Jokowi.

Ikrar siap menjadi tulang punggung pemerintahan Jokowi itu tertuang dalam Piagam Aktivis '98. Sebelum piagam itu dibacakan, Adian Napitupulu sebagai perwakilan aktivis 98 mengatakan jika kini sebagian besar aktivis '98 telah menjadi pemimpin di berbagai bidang.

"Saya ingin menunjukkan bahwa kita Aktivis '98 berbeda dengan generasi yang lain. Selesai runtuhnya Soeharto kita tidak minta jabatan apa-apa, kita tidak minta sebagian anggota DPR diganti dengan kita, tidak ada itu," kata Adian di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jl Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2019).

Adian melanjutkan, seusai reformasi 1998, para aktivis '98 kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliah. Mereka pun berjuang masing-masing tanpa fasilitas apa pun.

"Tapi hari ini teman-teman kita sudah duduk di DPR RI, yang wali kota, yang bupati, segala macam silakan maju, ini pertemuan luar biasa. Kita sudah siap memimpin bangsa ini, rakyat sudah memilih sekian banyak dari kita, dan kita wujudkan kepercayaan rakyat," ujarnya.


Dalam acara itu, Adian lalu meminta izin kepada Jokowi untuk pembacaan Piagam Aktivis '98 sebagai bentuk kebulatan tekad dalam melawan korupsi hingga siap mendukung pemerintahan periode kedua Jokowi.

Aktivis '98 yang turut hadir di acara itu di antaranya Wanda Hamidah, Dadan Umar Daihani, Usman Hamid, Ray Rangkuti, hingga Panda Nababan.

Piagam Aktivis '98 kemudian dibacakan oleh Beni Ramdani. Berikut ini isi lengkap Piagam Aktivis '98 yang dibacakan Beni.

Pada Tanah Air kita sama berdiri, pada air yang sama kita berjanji, kepada darah yang sama kita adalah Indonesia, karena cinta yang sama untuk Ibu Pertiwi kita adalah merah putih dan hari ini kita akan berikrar dan berjanji. Piagam aktivis 98:

Dua dasawarsa sudah berlalu, sejak peristiwa reformasi 1998 terjadi. Aktivis 98 yang adalah pencetus gerakan 98 masih ada dan terus berlipat ganda hadir di berbagai medan perlawanan. Aktivis 98 ada di medan pengabdian, aktivis 98 siap di semua medan pengabdian kami telah mendapatkan diri untuk bangsa dan negara mengabdi kepada Ibu Pertiwi.

Oleh karena itu aktivis 98 yang berisikan di berbagai lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swasembada masyarakat, dan berbagai sektor swasta dengan beragam profesi menyatakan komitmen bersama untuk bertanggungjawab menjalankan tugas berdasarkan Pancasila dan konstitusi negara Republik Indonesia, serta nilai-nilai reformasi gerakan mahasiswa 1998. Kami berkeyakinan mampu melaksanakan komitmen tersebut karena prinsip dan nilai perjuangan tersebut sudah kami rintis sejarahnya sejak reformasi 1998. Aktivis 98 berkomitmen:

1. Melaksanakan tugas dan jabatan yang diemban dengan berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar dasar negara. UUD 1945 menghormati kebhinnekaan sebagai slogan Bhinneka Tunggal Ika, dan turut menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.
2. Berpegang teguh pada cita-cita reformasi 98 dan merealisasikan nilai-nilai perjuangan gerakan mahasiswa 98, yaitu mewujudkan Indonesia yang demokratis kerakyatan kebangsaan yang anti korupsi kolusi dan nepotisme.
3. Bertanggung jawab dengan pengabdian yang dilakukan secara profesional, penuh integritas dan penuh loyalitas.
4. Menjadi lidah, mata, dan telinga rakyat yang sejati dan mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
5. Memperjuangkan keadilan bagi para pahlawan reformasi 98 yang hingga hari ini belum tuntas, itu menjadi komitmen yang tidak akan pernah luntur dalam perjuangan 98.
6. Aktivis 98 menolak segala bentuk politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan siapa yang menggunakan isu itu untuk kepentingan politik maka kita akan menjadi lawan mereka.
7. Bersikap adil jujur, transparan, dan objektif
8. Turut serta dan bersedia menjadi tilang punggung dalam mengawal dan mensukseskan Nawacita jilid kedua bersama presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo.



Survei SMRC: Pasca-kerusuhan 22 Mei, Kepuasan Berdemokrasi Menurun
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed