detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 15:40 WIB

Soal Desakan KLB PD, Andi Arief Singgung Nama Sandiaga-Gatot Nurmantyo

Tsarina Maharani - detikNews
Soal Desakan KLB PD, Andi Arief Singgung Nama Sandiaga-Gatot Nurmantyo Andi Arief (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menjawab kritik yang disampaikan kepada sang ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia meminta pihak yang saat ini membuat gaduh memikirkan rasa kemanusiaan.

Dia menyebut-nyebut nama senior PD Max Sopacua dan Ahmad Mubarok yang membentuk Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). Andi Arief juga menyinggung Ketua DPP PD Subur Sembiring yang menyebut SBY telah menyalahi AD/ART partai dan mendesak agar segera diselenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB).

"Mubarok, Max Sopacua, dan Subur Sembiring yang tak pernah saya lihat berbuat untuk Partai Demokrat--dan fihak luar yang coba ikut campur--, tidak tepat waktunya mengajak kami dan Pak SBY 'berkelahi'. Sekarang kami sedang berduka atas kepergian Ibu Ani. Adakah hati dan kemanusiaan?" kata Andi lewat akun Twitter @AndiArief__, Minggu (16/6/2019).


Andi mengaku sudah tahu skenario Max dkk. Ia menyebut mereka 'makelar'. Menurut Andi, Max dkk mau memberikan kursi Ketua Umum PD ke Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo.

"Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi Ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo, dan lain-lain. Menjadi makelar memang kerap menguntungkan. Tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi," cuitnya lagi.


Selain itu, dia mengistilahkan Max dkk sebagai 'ulat bulu' dan 'buaya'. Mereka, kata Andi, mau merusak kebun Partai Demokrat.

"Ulat bulu dan buaya manjat sedang koalisi mau merusak kebun Demokrat," ujar Andi.


Diberitakan, Ketua DPP Partai Demokrat Subur Sembiring 'menyerang' Sekjen PD Hinca Pandjaitan, yang saat ini diamanatkan melaksanakan tugas harian DPP PD. Menurut Subur, amanat yang diberikan Ketua Umum PD SBY itu menyalahi AD/ART partai.

Ia juga mendesak partai agar menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Menurut dia, hal ini perlu dilakukan dalam rangka menyelamatkan partai yang saat ini dinilai tengah mengalami guncangan.

"KLB itu adalah suatu jalan keluar untuk menyatukan soliditas internal PD di tengah gonjang-ganjing yang beredar. Dan kita harus paham PD tidak akan besar tanpa kebersamaan. Jangan mau diporakporandakan, jangan mau diadu domba. Kita patuh kepada konstitusional partai, sehingga PD ke depan di KLB akan menjadi partai yang dihargai karena semua menjalani konstitusional PD," ujar Subur, Minggu (16/6).




Tolak Wacana KLB, DPD Demokrat Jakarta Dukung SBY:

[Gambas:Video 20detik]



Sementara itu, Max dan Mubarok yang tergabung dalam GMPPD sebelumnya menyoroti soal hasil Pileg 2019, degan Demokrat berada di posisi ke-7. GMPPD meminta DPP bisa mencari jalan keluar agar partai pimpinan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut bisa bangkit kembali. Max mengingatkan soal prinsip Demokrat.

"DPP harus berpikir bagaimana semangat masyarakat jadi bagian Demokrat. Kata Pak SBY (Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono) kita selalu punya prinsip million friends and zero enemy," kata Max, Kamis (13/6).


(tsa/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed