detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 15:00 WIB

Golkar Jawab Desakan Percepat Munas: Ojo Kesusu!

Tsarina Maharani - detikNews
Golkar Jawab Desakan Percepat Munas: Ojo Kesusu! Ace Hasan (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Partai Golkar menjawab desakan dari Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) agar segera menggelar musyawarah nasional untuk pergantian ketua umum. Golkar meminta BPPG bersabar dan menaati AD/ART partai.

"Kita harus merujuk pada AD/ART. Sebagaimana amanat Munaslub 2017, Partai Golkar akan menggelar Munas akhir tahun ini. Jadi sebaiknya bersabar saja," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (16/6/2019).


"Masih ada di depan mata agenda nasional yang harus diselesaikan. Ada sidang MK untuk pilpres dan pileg. Penetapan dan pelantikan DPR RI dan DPRD kabupaten/kota/provinsi terpilih, pelantikan presiden, dan lain-lain. Ojo kesusu," imbuh dia.

Ace pun mengatakan tiap kader Golkar berhak mengajukan diri sebagai calon ketua umum. BPPG mengusulkan Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI menjadi Ketum Golkar periode berikutnya.

"Jika ada kader Partai Golkar yang mau maju ya, silakan saja melalui Munas akhir tahun ini. Kita kan partai yang demokratis," ujarnya.


Ia juga menanggapi kritik BPPG kepada Golkar yang dinilai tidak mencapai hasil memuaskan di Pemilu 2019. Menurut Ace, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto berhasil mempertahankan prestasi partai berlambang pohon beringin itu.

"Terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa Partai Golkar mengalami keterpurukan. Di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto yang memimpin 1,5 tahun menjelang pemilu, Partai Golkar telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemenang kedua dalam Pileg 2019 ini dengan perolehan kursi diperkirakan 85 kursi, nomor dua setelah PDIP, termasuk Partai Golkar dapat satu kursi untuk dapil Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri," sebut Ace.


Ace juga menyebut keberhasilan Golkar dalam pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Karena itu, dia menyebut berlebihan jika Golkar dikatakan dalam kondisi terpuruk.

"Selain itu, kita tahu bahwa sepanjang sejarah Partai Golkar pasca reformasi, di tahun 2019 ini Partai Golkar dapat memenangkan pilpres di mana kita mendukung pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf. Ini tentu patut diapresiasi," tegasnya.


Diberitakan, kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) mendorong dipercepatnya pergantian kepemimpinan di Golkar. Mereka ajukan nama Ketua DPR Bambang Soesatyo sebagai ketua umum selanjutnya sebagai respons atas pencapaian Pemilu 2019 yang merupakan titik terendah bagi Golkar.

"Kita mendorong musyawarah nasional dipercepat. Ini karena kita bersepakat bahwa sebenarnya Golkar ini dalam kondisi kritis. Jadi, ini adalah titik terendah dari pemilu-pemilu sebelumnya bahwa sekarang Golkar dari 2 besar turun jadi 3 besar," kata Inisiator BPPG, Abdul Aziz di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/).


Mau Tahu Kader Usulan Golkar untuk Pimpin DPR/MPR?:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed