detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 20:55 WIB

Buka Pesta Kesenian Bali, Koster Ingin Seni Jadi Pemersatu Usai Pemilu

Aditya Mardiastuti - detikNews
Buka Pesta Kesenian Bali, Koster Ingin Seni Jadi Pemersatu Usai Pemilu Foto: Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) berlangsung meriah (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) berlangsung meriah. Aneka pentas kesenian adat ditampilkan dari panggung di Art Centre Ardha Candra, Denpasar, Bali.

Rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) diawali dengan pawai yang juga diikuti Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi. Gubernur Bali Wayan Koster berharap pesta kesenian yang sudah berlangsung selama 41 tahun dan digagas oleh Gubernur Ida Bagus Mantra ini bisa benar-benar dinikmati oleh masyarakat Bali sebagai pesta rakyat.


"Pada periode kepemimpinan kami pun berkomitmen penuh untuk meneruskan warisan kesenian yang sangat monumental ini. Pesta Kesenian Bali yang dilaksanakan bertingkat kab/kota se-Bali tiap tahun selama sebulan merupakan pengembangan yang sangat unik dan kaya sebagai warisan adiluhung leluhur. Masyarakat Bali pun penuh semangat dan antusias mengikuti berbagai acara yang ditampilkan di dalam Pesta Kesenian Bali," kata Koster dalam sambutannya di Art Centre Ardha Candra, Denpasar, Bali, Sabtu (15/6/2019).

Tema yang diusung tahun ini ialah Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin. Salah satu yang menjadikan PKB tahun ini spesial, kata Koster, ialah pelibatan sekaa sebunan atau kesenian berbasis desa adat.

"Pelibatan sekaa sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian Tradisi orisinil yang hidup di masyarakat yang hidup sebagai penopang adat, agama, tradisi dan kearifan lokal lainnya. Sekaa sebunan memiliki ciri ikatan yang kuat sesama anggota, guyub dan bergotong royong yang harus dipelihara untuk memperkuat dengan kohesi sosial masyarakat Bali," tutur Koster.


Koster mengatakan pelaksanaan PKB ke-41 ini juga spesial karena menggratiskan stan-stan untuk pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Diharapkan masyarakat benar-benar menikmati PKB sebagai pesta rakyat yang berlangsung meriah.

"Selain itu Pesta Kesenian Bali ke-41 yang berpihak pada masyarakat kecil para peserta pameran yang industri kecil menengah tidak lagi dipungut biaya alias gratis untuk membantu meringankan biaya para pelaku IKM se-Bali guna memotivasi dan menggerakkan bisnis branding Bali yang bermutu serta berorientasi ekspor. Ini bermaksud sebagai pesta rakyat, rakyat bergembira bersukacita dalam mengikuti, menikmati dan menyaksikan penyelenggaraan pestanya krama Bali sesuai spirit menuju Bali era baru," tuturnya.

Tak hanya itu, Koster juga berharap PKB bisa menjadi wahana sosialisasi pergub tentang penggunaan busana adat Bali, pelindungan bahasa dna aksara Bali, dan pembatasan timbulan sampah sekali pakai, serta pergub tentang pemasaran, dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal. Koster juga berharap PKB ini bisa kembali menyatukan masyarakat yang berbeda pilihan saat Pilkada.

"Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang muncul saat ini Pesta Kesenian Bali merupakan wujud nyata untuk membumikan nilai Pancasila 1945 di Bali. Dinamika politik itu memang sering membelah masyarakat tapi jangan lupa ada seni yang menyatukan kita kembali," ujar Koster.

"Melalui Pesta Kesenian Bali ini mari kita tebarkan spirit kedamaian, dan toleransi dalam kebhinnekaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Pemilu sudah selesai saatnya kita berangkulan, bersatu utk membangun pemerintahan bapak Presiden Joko Widodo," ajaknya.


PKB ini dimeriahkan dengan tari-tarian, lomba, workshop hingga pameran seni. Ada pula stan-stan kuliner dan pasar rakyat.

Acara ini bakal berlangsung pada 15 Juni hingga 13 Juli 3019 mendatang. Selain Koster, acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Dirjen Kemendikbud, Bupati-Wali Kota se-Bali, para konsul negara sahabat dan Forkopimda.
(ams/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed