detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 21:05 WIB

Dikirim Balik, Ini Awal Terungkapnya Kontainer Sampah Impor Asal AS

Danu Damarjati - detikNews
Dikirim Balik, Ini Awal Terungkapnya Kontainer Sampah Impor Asal AS Suasana pengiriman balik sampah AS dari Surabaya (Dok Ditjen PSLB3 KLHK)
Jakarta - Lima kontainer asal Amerika Serikat (AS) ternyata membawa sampah ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Begini cerita awal mula terungkapnya sampah impor itu.

Dijelaskan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya KLHK, Sayid Muhadhar, masuknya sampah impor itu terungkap berkat kecurigaan petugas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Kontainer mencurigakan itu kemudian diarahkan ke jalur khusus untuk pemeriksaan.

"Awal teridentifikasinya kontainer yang tertahan ini adalah kecurigaan dari pihak bea cukai sehingga saat kontainer masuk ke pelabuhan, maka dialihkan ke jalur merah yang berarti memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Sayid dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Jumat (14/6/2019).


Kelima kontainer itu milik PT Adiprima Suraprinta. Dalam izin yang dimiliki importir dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), kontainer itu dinyatakan berupa skrap kertas. Bila benar itu berupa kertas, maka itu sesuai Peraturan Kementerian Perdagangan.

Skrap kertas hanya boleh masuk dalam kondisi bersih, tidak terkontaminasi limbah B3, dan tidak boleh tercampur sampah. Ternyata, kontainer itu tak hanya berisi skrap kertas.

"Dalam pemeriksaan bersama KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) saat memeriksa kelima kontainer tersebut ternyata ditemukan impuritas atau limbah lainnya atau sampah, antara lain sepatu, kayu, pampers, kain, kemasan makanan dan minuman, dan sejumlah skrap plastik dalam jumlah yang cukup besar," kata Sayid.



Larangan masuknya sampah ke wilayah NKRI diatur di Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Larangan masuknya limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) ada pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ada pula Konvensi Basel yang telah diratifikasi Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1993. Konvensi Basel mengatur perpindahan lintas batas limbah secara internasional.

Lima kontainer isi sampah itu telah dikirm balik ke AS lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Pelaksanaan pemuatan kontainer ke dalam kapal untuk reekspor telah dimulai sejak Kamis (13/6) kemarin.


(dnu/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed