detikNews
Jumat 14 Juni 2019, 14:32 WIB

KPK Minta Masyarakat Waspadai KPK Gadungan Pasca-Lebaran

Faiq Hidayat - detikNews
KPK Minta Masyarakat Waspadai KPK Gadungan Pasca-Lebaran Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK menerima 97 laporan dan informasi tentang sejumlah pihak yang mengaku dari KPK setelah Lebaran. Pihak yang mengaku KPK berupaya melakukan penipuan.

"Sejak 23 Mei 2019 hingga hari ini, total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengatakan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (14/6/2019).



Modus, disebut Febri, dilakukan dengan penipuan yang mengatasnamakan KPK pada laporan Pengaduan KPK gadungan sebelumnya, yaitu:

1. Masyarakat dihubungi oleh nomor telepon (PTSN) atau nomor HP (sebagian besar nomor 088XXX )

2. Yang menjawab adalah mesin (disampaikan selamat datang di layanan Pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan Surat Peringatan dari KPK), kemudian diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu.

3. Pelapor berbicara oleh oknum, yang kemudian menanyakan nama dan nomor identitas. Kemudian disampaikan bahwa pelapor terindikasi pencucian uang karena ada dana sebesar Rp 3-4 M di salah satu bank. Kemudian dikatakan, ada indikasi uang tersebut terkait dengan kasus korupsi. Kemudian pelapor seolah-olah dihubungkan ke kantor Polda tertentu (ada oknum lain yang berbicara dan mengaku petugas Polri yang bertugas di Polda tersebut).

4. Pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekening.



Selain itu, Febri mengatakan saat cuti bersama Lebaran terdapat 37 orang yang menghubungi Call Center KPK 198 sejak dihitung 10-14 Mei 2019. Sebab, mereka dihubungi oleh pihak yang mengaku dari KPK.

"Sebagian besar penelpon berlokasi di Jakarta. Beberapa nomor HP yang menghubungi korban, di antaranya: 088152150543, 088824125486, 088500768632, 088176007253, 0215238850, 52221703, 62211101853, 0215239203, +601123026455, 0213056975, 0501491871, 021 5234790, 021 5236579, dan lain-lain," jelas dia.

KPK pun kembali mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati, jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan Informasi keliru dan menawarkan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu.

"Jangan berikan data atau informasi pribadi Anda dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi Call Center KPK 198. Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat," tutur dia.


Simak Juga "KPK Minta Tambah Anggaran Rp 580 M":

[Gambas:Video 20detik]


(fai/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed