detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 17:45 WIB

Semarang Night Carnival Hadirkan Beragam Kegiatan Menarik

Tia Reisha - detikNews
Semarang Night Carnival Hadirkan Beragam Kegiatan Menarik Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Event tahunan bertaraf internasional yang telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Semarang, yakni Semarang Night Carnival (SNC) tahun ini akan digelar pada 3 Juli mendatang.

Ada yang istimewa pada gelaran SNC kali ini, yakni selain karnaval peserta SNC, akan ada juga Pawai Budaya 98 yang diikuti kota anggota Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (APEKSI) yang pada 2-6 Juli mengikuti Rakernas APEKSI di Kota Semarang.

"Tahun ini kami semakin banyak menggelar event yang bertaraf internasional, salah satunya adalah SNC. Tahun ini partisipasi dari negara luar semakin banyak. Ini merupakan bukti Kota Semarang yang semakin maju dengan sektor pariwisatanya sehingga bisa go international," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2019).


Event ini akan diikuti oleh para pelajar dan peserta umum dengan kostum warna-warni. Peserta umum berasal dari sanggar, instansi BUMN, dan RSUD, serta peserta luar dari Salatiga, Jember, Jepara, Manado, Papua, dan Pemalang. Ada juga peserta dari negara sahabat seperti China, Srilanka, Senegal, Korea, dan Taiwan yang sudah memastikan diri untuk ikut memeriahkan karnaval SNC kali ini.

Event ini mengangkat tema "Pelangi Nusantara" untuk menggambarkan Indonesia sebagai negara dengan keberagamam suku, ras, agama, dan golongan. Walaupun berbeda-beda namun tetap rukun dan kokoh dalam kesatuan NKRI. Hal ini juga mencerminkan Kota Semarang sebagai salah satu kota yang terdiri dari berbagai macam etnis, agama, bahkan ras.

Tema "Pelangi Nusantara" pun akan dibagi lagi menjadi 4 sub tema atau defile, yaitu Wayang (Pulau Jawa dan Bali), Indonesia Timur, Sumatra, dan Enggang (Pulau Kalimantan). Masing-masing defile mewakili budaya nusantara berdasarkan rumpun pulau di Indonesia.

Defile pertama, yakni wayang adalah seni pertunjukan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada. Seni pertunjukan ini menjadi media efektif dalam menyebarkan agama Hindu. Warna wayang pun didominasi warna emas, coklat, dan hitam.

Kemudian defile selanjutnya adalah Indonesia Timur. Defile ini menampilkan provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian timur Indonesia, yaitu Papua. Papua dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik dan naturalis dengan pola-pola yang memperlihatkan kerumitan cara membuatnya sehingga karya ukir Papua bernilai tinggi. Warna Papua didominasi oleh coklat, hitam, dan putih.

Selanjutnya ada defile Sumatera, yaitu kelompok etnis asli nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. Minangkabau didominasi warna emas, merah, dan hitam.

Terakhir ada defile Enggang, yakni salah satu burung langka yang dilindungi di Indonesia. Binatang yang lebih dikenal sebagai rangkong ini konon disakralkan oleh Suku Dayak. Burung ini memiliki dianggap panglima burung yang diyakini sebagai simbol kebesaran dan kemuliaan yang melambangkan Suku Dayak.


Kebiasaan burung ini untuk hinggap di pohon-pohon yang tinggi membuat masyarakat Dayak menyimbolkan burung ini memiliki karakter seorang pemimpin karena selalu berada ditempat tertinggi. Kalimantan pun didominasi warna hitam, putih, oranye, kuning, hijau, dan merah.

Sementara itu, rute SNC dan Pawai Budaya akan melewati jalur yang sama. Start pukul 18.30 dari Jalan Imam Bonjol depan Udinus menuju Jalan Piere Tendean, kemudian menuju Jalan Pemuda Balaikota, dan berakhir di Gedung Pandanaran, Jalan Imam Bonjol.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed