detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 15:19 WIB

Pegiat Isu Yahudi Jawab Soal Simbol Illuminati Dikaitkan dengan Yahudi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Pegiat Isu Yahudi Jawab Soal Simbol Illuminati Dikaitkan dengan Yahudi Foto: The Eye of Providence di Katedral Aachen (Wikimedia Commons/Creative Commons Public Domain)
Jakarta - Illuminati kerap dikaitkan dengan etnis Yahudi. Kelindan hubungan antara Illuminati dan Yahudi kembali ramai usai dipaparkan oleh Ustaz Rahmat Baequni.

Paparan tersebut disampaikan Ustaz Rahmat Baequni dalam diskusi publik bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Diskusi membahas soal kontroversi tuduhan simbol Illuminati masjid Al-Safar. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar menggelar diskusi tersebut di Bale Asri Pusdai Jabar, Kota Bandung, Senin (10/6/2019). Tujuannya guna meredam polemik.

Dalam diskusi, Ustadz Rahmat Baequni mengatakan, segitiga merupakan simbol yang digunakan zionis Yahudi dalam berbagai hal. Segitiga terbalik menyimbolkan iblis dan segitiga ke atas menyimbolkan dajjal. Sehingga ketika keduanya dipertemukan maka muncul lambang Yahudi yang sekarang menjadi bendera Israel.



Dia juga memaparkan, bila kaum zionis internasional memiliki tiga agenda besar. Pertama mengumpulkan seluruh kaum Yahudi di seluruh dunia. Kedua, mendirikan negara yang berdaulat di atas tanah merah Palestina. Terakhir menanamkan pengaruh atas dunia di berbagai kehidupan demi terbentuknya The New World Order atau tatanan dunia baru.

Di awal pemaparannya dia menjelaskan terkait lahirnya jin hingga berubah menjadi iblis. Singkat cerita seorang jin yang memiliki nama Ajazil tidak mau sujud ke Nabi Adam karena menganggap dirinya lebih baik. Saat itu jin itu mendapat gelar iblis dari Allah.

"Zionis Yahudi tidak menerima Ajazil disebut iblis pembangkang. Menurut mereka ajazil ini korban ketidak adilan tuhan. Maka Zionis Yahudi tidak menyebut iblis tapi diberi gelar penghormatan yakni Lucifer (sang pencerah)," ucapnya.

Dia lantas memaparkan beberapa negara atau suku yang sempat menyembah matahari, salah satunya di Mesir yang menyembah Dewa Horus. Dari situ mulai muncul mitologi segitiga satu mata.

"Siapapun berhak memiliki segitiga misalnya itu adalah simbol geometri, trigonometri. Tapi jangan lupa zionis Yahudi menciptakan ini untuk menyimbolkan tuhan yang mereka tunggu-tunggu," katanya.



Terkait paparan Ustaz Rahmat Baequni, Pendiri Hadassah of Indonesia, sebuah yayasan yang memberikan edukasi terkait Yahudi dan Israel, Monique Rijkers ikut menanggapi. Dia menilai paparan Ustaz Rahmat Baequni yang mengaitkan Illuminati dan Yahudi itu salah kaprah.

"Tentu saja enggak bener. Itu salah kaprah. Apa yang dibilang Pak Ustaz Rahmat salah, karena lambang bintang daud atau dua segitiga yang disebut Pak Ustaz sebagai gabungan iblis dan dajjal, tentu tak dikenal oleh orang Yahudi. Menurut orang Yahudi, bintang daud itu perisainya Nabi Daud. Jadi ini ada misinformasi," kata Monique saat dihubungi detikcom, Kamis (13/6/2019).

Kemudian Monique memaparkan soal perbedaan Illuminati dengan Yahudi. Dia mengatakan pendiri Illuminati bukan beragama Yahudi, tapi Kristen.

"Ada Illuminati, Freemason, Teosofi dan banyak lagi. Kalau Illuminati yang disebut Pak Rahmat itu Illuminati yang berdiri di Jerman, pendirinya orang Jerman, bukan beragama Yahudi atau Yudaisme. Dia beragama Kristen. Namanya Adam Weishaupt. Kalau dikaitkan dengan Yahudi, mungkin karena anggota Illuminati ada si Rothschild," ujar perempuan yang sempat jadi wartawan ini.



Dihubungi terpisah, peneliti dan penulis buku Di Bawah Kuasa Antisemitisme: Orang Yahudi di Hindia Belanda 1861-1942, Romi Zarman menyebut hubungan Illuminati dengan Yahudi hanya cocoklogi. Menurutnya, cara orang Indonesia memahami teori konspirasi itu salah.

"Illuminati bagi kebanyakan masyarakat Indonesia cenderung dipahami dari teori konspirasi. Cocokloginya ke Yahudi sebagai dalang di balik semua itu sangat kebablasan dan tidak berdasar. Jadi, bukan persoalan apakah Illuminati itu eksis di Indonesia atau tidak, melainkan cara berpikir dari kebanyakan masyarakat kita itu sendiri yang bermasalah," kata Romi, Kamis (13/6/2019).



Tonton juga video Ridwan Kamil & Rahmat Baequni Bahas Kontroversi Masjid Al Safar:

[Gambas:Video 20detik]


(tor/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed