detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 14:23 WIB

Kapolri Tepis Ada Konflik Kepentingan Bila Pimpinan KPK Berasal dari Polri

Audrey Santoso - detikNews
Kapolri Tepis Ada Konflik Kepentingan Bila Pimpinan KPK Berasal dari Polri Pansel KPK Temui Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Audrey/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menepis adanya konflik kepentingan bila pimpinan KPK berasal dari Polri. Tito menyebut KPK dibesarkan, salah satunya, oleh penyidik Polri.

"Selama ini sudah banyak anggota polisi berada di KPK. KPK sejak awal berdiri juga sudah banyak anggota pendahulu yang masuk sebagai ketua, sebagai deputi, seperti Pak Heru Winarko. Kemudian sebagai Direktur Penyidikan, sebagai penyidik. Banyak sekali di sana dan sebagian besar mereka profesional dan mereka juga selesai dalam keadaan prestasi yang baik, tidak membuat masalah," kata Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).

Tito menegaskan Polri tidak ikut campur terkait tugas anggotanya saat berstatus penyidik di KPK. Tito menyebut penyidik Polri yang berdinas di KPK akan mengikuti aturan main di KPK.

"Jadi sepanjang mereka sudah masuk dalam KPK, mereka juga sudah terikat dengan segala peraturan-peraturan KPK. Anggota Polri kita juga nggak banyak ikut campur tentang operasionalnya, yang mungkin (turut campur) kalau masalah pembinaan kariernya," jelas Tito.





Pembinaan karir yang dimaksud Tito adalah kesempatan para penyidik Polri eks KPK bersekolah dan mendapat promosi jabatan atau karir yang lebih baik.

"Pembinaan karir mereka setelah sudah selesai (dinas di KPK), tetap kembali ke Polri. Kesempatan mereka sekolah, kemudian kesempatan mereka untuk dipromosi dan lain-lain. Kalau bagus ya kita promosikan, kalau nggak bagus ya nggak promosi, kira-kira begitu," terang Tito.

Pagi tadi, Pansel Capim KPK berkunjung ke Mabes Polri dan bertemu Tito serta jajarannya. Dalam pertemuan, Pansel KPK menyampaikan pihaknya akan membuka pendaftaran capim KPK mulai 17 Juni hingga 4 Juli 2019.





Sebelumnya, Pansel juga menemui Jaksa Agung M Prasetyo. Pansel ingin meminta rekomendasi agar jaksa mendaftar sebagai capim KPK.

"Pansel itu mengumumkan pendaftaran tapi juga jemput bola. Jadi kita melihat nama-nama yang potensial itu akan kita hubungi agar dia mendaftar," ujar Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih kepada wartawan seusai pertemuan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (12/6).
(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed