DetikNews
Kamis 13 Juni 2019, 12:35 WIB

Prabowo Tuding KPU Gelembungkan 22 Jutaan Suara untuk Jokowi, TKN: Bluffing!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Prabowo Tuding KPU Gelembungkan 22 Jutaan Suara untuk Jokowi, TKN: Bluffing! Arsul Sani (Bil Wahid/detikcom)
FOKUS BERITA: Prabowo Gugat ke MK
Jakarta - Dalam perbaikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding KPU menggelembungkan 22 jutaan suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai itu hanya sebuah bluffing atau gertakan semata.

"TKN menganggap bahwa yang didalilkan oleh tim lawyer paslon 02 itu hanya bluffing saja," ungkap anggota tim hukum TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Kubu Jokowi-Ma'ruf, yang menjadi pihak terkait dalam gugatan Prabowo-Sandi di MK, meminta pasangan nomor urut 02 itu bisa membuktikan tudingannya. Arsul berharap tim Prabowo-Sandi tak sekadar mengumbar tudingan-tudingan saja.


"Silakan soal itu dibuktikan di persidangan MK, jangan hanya diumbar tapi nanti tidak bisa membuktikan," kata anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum tersebut.

Arsul juga menyoroti mengapa Prabowo-Sandi baru mempersoalkan klaim penggelembungan suara saat ini. Ketika rekapitulasi berlangsung, saksi-saksi dari Prabowo-Sandi disebut tak memprotes penggelembungan suara dengan total seperti yang ditudingkan Bambang Widjajanto (BW) dkk itu.

"Soal perhitungan suara ini kan dilakukan berjenjang, mulai dari TPS, PPK (Panitia Pemungutan Suara Kecamatan), KPU kab/kota, KPU provinsi, dan KPU RI. Tidak ada itu keberatan saksi-saksi dari 02 yang menyampaikan soal penggelembungan suara sebanyak itu," tegas Arsul.


Hal senada disampaikan Komisioner KPU Pramono Ubaid. KPU merasa tudingan Prabowo-Sandi tak relevan karena selama proses rekapitulasi tak ada saksi-saksi dari kubu Prabowo-Sandi yang mengajukan protes terkait penggelembungan suara.

"Kami tidak pernah menerima keberatan soal perolehan suara dari salah satu saksi paslon. Rata-rata keberatan muncul dari saksi parpol. Kalaupun ada, keberatan dari saksi paslon, tidak pernah menyoal perolehan suara, yang ada hanya menyoal jumlah pemilih, jumlah pengguna hak pilih, jumlah surat suara, jumlah suara tidak sah. Hampir tidak pernah menyoal perolehan suara," kata Pramono sebelumnya.

"Jadi aneh kalau tiba-tiba sekarang menyebut KPU menggelembungkan perolehan suara salah satu paslon. Lha waktu rekap berjenjang kok nggak ada keberatan sama sekali?" sambungnya.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelembungkan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf hingga 22 juta suara. Prabowo menganggap, bila tidak ada penggelembungan suara, dialah yang menang Pilpres 2019.

"Pemohon meyakini ada kecurangan pemilu yang membuat terjadinya penggelembungan dan pencurian suara yang jumlahnya di antara 16.769.369 sampai dengan 30.462.162 suara dan hal tersebut sangat berpengaruh dan merugikan perolehan suara dari Pemohon," demikian dalil gugatan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga yang dikutip detikcom, Kamis (13/6).


Prabowo Minta Pendukungnya Tak Perlu Datang ke MK:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/tor)
FOKUS BERITA: Prabowo Gugat ke MK
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed