detikNews
2019/06/13 06:20:34 WIB

Round-Up

Fahri vs Gerindra Soal Permintaan Agar Prabowo Bicara Tim Mawar

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Fahri vs Gerindra Soal Permintaan Agar Prabowo Bicara Tim Mawar Foto: Prabowo Subianto (Agung Pambudhy)


Ketua DPP Partai Gerindra itu menyebut suatu usulan boleh ditanggapi ataupun tidak ditanggapi. Dia menerka andai Prabowo berbicara kisah Tim Mawar, ada pihak-pihak yang tak akan percaya.

"Yang jadi soal, kalau Prabowo mengungkap misalnya, usul ini Pak Prabowo oke, itu kan pengakuan sepihak oleh Pak Prabowo. Pihak sebelah percaya nggak? Ya kalau pihak sebelah nggak percaya ya akhirnya kayak pengakuan Agum Gumelar, yang penculikan. Ya tapi dia tidak memberikan testimoni," kata Desmond saat dihubungi.


Pria yang kini duduk di Senayan itu lebih memilih pemerintah membentuk peradilan HAM. Sebagai salah satu tokoh yang dianggap korban masa lalu, Desmond sendiri tidak percaya atas testimoni-testimoni pribadi mengenai kejadian 1998.

Anggota Komisi III DPR itu lebih ingin negara bertindak untuk memperjelas sejarah. Menurutnya, negara bertanggung jawab. "Dikembalikan ke peradilan HAM atau dicarikan solusi kebenaran yang terbaik bagi bangsa ini. Jadi jangan sampai seolah-olah pelanggaran HAM ini cuma karena korban, itu kesalahan besar. Pelanggaran HAM ini adalah ketidakmampuan negara melindungi warga negaranya. Ini kan di situ inti persoalannya, itu baru HAM, gitu lo," ucap Desmond.

Kolega Desmond di partai, Habiburokhman, menyatakan pendapat serupa soal usul Prabowo berbicara kisah Tim Mawar. Menurutnya, kasus Tim Mawar tak melibatkan Prabowo dan semuanya sudah selesai lewat pengadilan.

"Saya kurang sependapat. Soal Tim Mawar itu sudah selesai dengan putusan pengadilan 1999. Orang-orang yang bersalah sudah dihukum dan clear nggak ada hubungan dengan Pak Prabowo sama sekali, case closed," sebut Habiburokhman.


Habiburokhman sendiri mengaku punya pengalaman dikejar aparat saat menjadi aktivis mahasiswa pada 1998. Kini, dia mengaku bersahabat dengan eks Tim Mawar.

"Saat ini sudah era yang berbeda. Sebagai contoh, saya yang dahulu aktivis mahasiswa '98 dikejar-kejar aparat, sekarang bersahabat dengan mantan komandan Tim Mawar, Mas Bambang Kristiono, dan kami sama-sama memenangkan Pak Prabowo di dapil kami masing-masing," ucapnya.
(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed