detikNews
Rabu 12 Juni 2019, 21:04 WIB

Kesimpulan Sementara Polisi: Tak Ada Kelalaian di Ambruknya Komidi Putar PRJ

Mei Amelia R - detikNews
Kesimpulan Sementara Polisi: Tak Ada Kelalaian di Ambruknya Komidi Putar PRJ Foto: Matius Alfons/detikcom
Jakarta - Polisi masih menyelidiki insiden ambruknya wahana komidi putar di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta Pusat. Sementara ini polisi menyimpulkan belum ada unsur kelalaian terkait insiden tersebut.

"Untuk sementara ini kami belum temukan adanya kelalaian," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Syaiful Anwar saat dihubungi detikcom, Rabu (12/6/2019).

Polisi telah memeriksa operator dan saksi-saksi di lokasi, termasuk salah satunya pedagang kerak telor. Berdasarkan keterangan operator dan saksi-saksi lainnya, kata Syaiful, komidi putar ambruk karena masalah mesin.

"Itu masalah teknis, mesinnya mati seketika, langsung roboh itu permainan. Pengelola sampaikan mati mesinnya, kemudian nyangkut di pagar itu yang bener. Tukang kerak telor juga sampaikan begitu," kata Syaiful.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi tersebut polisi menyimpulkan tidak ada kelalaian dalam kejadian ini.

"Kalau mesin itu bisa saja tiba-tiba mati, (kecuali) kalau itu patah atau itunya pecah itu bisa kelalaian. Nggak bisa dong, kalau teknis itu nggak ada kelalaian," tambah Syaiful.



Keterangan berbeda disampaikan oleh Marketing Director PT JIExpo Kemayoran Ralph Scheunemann. Ralph menyebut wahana tersebut ambruk karena salah satu kursinya tersangkut pada pagar pembatas.

"Terjadi pergeseran daripada barikade itu menyebabkan pontang-pantingnya (komidi putar) itu kayak dari ranting terbang mutar 'kan itu ada yang kecantol, nyangkut," jelas Ralph Scheunemann kepada wartawan di Ruang Media Center JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Ralph mengaku pihaknya tidak mengetahui mengapa pagar tersebut bisa bergeser. Ia menduga pagar itu tergeser karena saking banyaknya pengunjung yang datang.

"Saya enggak tahu kenapa dia bergeser, karena memang jumlah pengunjung yang banyak ya, ada anak-anak atau siapa yang geser karena itu tempat permainan," imbuh Ralph.

Insiden itu terjadi pada Senin (10/6) malam. Empat orang pengunjung terluka akibat kejadian itu. Pihak manajemen langsung memberikan pengobatan saat itu juga kepada para korban luka.


(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed