DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 18:52 WIB

Kawanan Gajah Rusak 15 Rumah dan Kebun Warga di Aceh Utara

Datuk Haris Molana - detikNews
Kawanan Gajah Rusak 15 Rumah dan Kebun Warga di Aceh Utara Rumah warga di Dusun Alue Buloh, Cot Girek, Aceh Utara, hancur dirusak kawanan gajah liar. (dok. Istimewa)
Aceh Utara - Kawanan gajah liar di Aceh Utara masuk ke kawasan permukiman dan perkebunan warga. Akibatnya, 15 rumah warga di Dusun Alue Buloh, Cot Girek, Aceh Utara, rusak.

"Sejak beberapa hari lalu, kawanan gajah liar masuk ke pemukiman warga. Gajah-gajah tersebut merusak sedikitnya 15 rumah warga berkonstruksi kayu dan sejumlah tanaman di kebun warga setempat. Empat rumah di antaranya malah roboh," kata Kepala Dusun Alue Buloh Abdurrahman saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (12/6/2019).

Abdurrahman mengungkapkan kawanan gajah masuk ke permukiman dan merusak rumah warga bukan kali ini saja terjadi. Bulan lalu kawanan gajah juga sempat masuk ke permukiman dan merusak rumah serta kebun warga. Bahkan sejak pekan lalu kawanan gajah tersebut sudah mendiami daerah perkebunan warga.

"Kita sudah laporkan ke pihak berwenang. Responsnya sedikit lambat, baru dalam dua hari ini tim dari BKSDA membawa gajah jinak untuk menggiring kawanan gajah liar keluar dari perkebunan warga," ujar Abdurrahman.

Abdurrahman berharap pemerintah ataupun pihak terkait segera merespons masalah kawanan gajah liar masuk permukiman warga.

Dia mengatakan selama ini petani di tempatnya banyak menanam cokelat, pinang, dan pisang. Namun tanaman itu sangat diminati gajah liar. Untuk itu, dia meminta pemerintah memberikan bantuan bibit, seperti kemiri, sebagai pengganti tanaman kesukaan gajah. Agar tanaman para petani tidak diobrak-abrik lagi.

"Kita berharap pemerintah memberikan solusi. Minimal bisa memberikan bantuan bibit, seperti kemiri, agar petani di sini menanamnya. Soalnya, kemiri tidak diminati gajah-gajah. Jadi, kebun warga tidak akan diobrak-abrik lagi," ucapnya.


Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan pihaknya sedang berada di TKP untuk merespons konflik tersebut. Pihaknya juga membawa dua gajah jinak untuk menggiring kawanan gajah liar tersebut keluar dari perkebunan warga.

"Kita telah merespons konflik tersebut dengan membawa dua gajah jinak untuk menggiring gajah liar keluar dari perkebunan warga. Kemudian tim BKSDA Aceh juga telah berhasil melepas GPS Collar kelompok gajah di Cot Girek Aceh Utara yang baterainya sudah habis," kata Sapto saat dimintai konfirmasi.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed