detikNews
Rabu 12 Juni 2019, 15:39 WIB

Buku-Buku 'Legendaris' yang Pernah Mengangkat Tema Dajjal & Illuminati

Tim detikcom - detikNews
Buku-Buku Legendaris yang Pernah Mengangkat Tema Dajjal & Illuminati Foto: Sumber: Goodreads
Jakarta - Belakangan ini narasi mengenai Dajjal dan Illuminati mendadak ramai diperbincangankan. Perbincangan ini muncul usai desain Masjid Al Safar karya Ridwan Kamil dituduh mengandung simbol Illuminati dan Dajjal. Terlepas dari polemik ada tidaknya makhluk Dajjal maupun kelompok Illuminati, ada sejumlah buku rujukan yang mengulas tema tersebut.

Merespon tuduhan soal Dajjal dan Illuminati, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, sampai harus melakukan klarifikasi. Dia bahkan membeberkan klarifikasinya dalam acara silaturahmi dan diskusi umum bersama Ustaz Rahmat Baequni yang digelar MUI Jabar, di Bale Asri Pusdai Jabar, Kota Bandung, Senin (10/6/2019). Ustaz Baequni sendiri dikenal sebagai ustaz yang fokus pada tema akhir zaman seperti munculnya Dajjal dan Illuminati.



Di hadapan ribuan orang yang memadati area Bali Asri Pusdai Jabar, Emil memperlihatkan ornamen atau desain sejumlah masjid yang memiliki bentuk segitiga dan lingkaran atau dianggap sebagai simbol illuminati serta Dajjal.

Sambil menunjuk ke arah layar, Emil menunjukkan desain Masjid Raya Jakarta atau Masjid Raya Hasyim Asy'ari yang memiliki bentuk segitiga. Di bagian dalam terutama bagian mihrab terdapat bentuk segitiga.

"Masjid Raya Jakarta kenapa tidak heboh? Mungkin karena arsiteknya bukan Ridwan Kamil jadi moal pi viraleun," ucapnya dengan nada agak becanda.

Kemudian, dia juga memperlihatkan simbol segitiga di beberapa bagian Masjid Al-Ukhuwah di Jalan Wastukencana, Kota Bandung. Dia menyebut bentuk jendela masjid tersebut memiliki bentuk segitiga. Tidak hanya itu di bagian mihrabnya bila dilihat dari jarak 40 cm, terlihat simbol bendera Israel.

"Kenapa Al-Safar jadi kontroversi sementara Al-Ukhuwah tidak. Kita harus proporsional," ucapnya.

Sementara itu, Ustadz Rahmat Baequni mengatakan, segitiga merupakan simbol yang digunakan zionis Yahudi dalam berbagai hal. Segitiga terbalik menyimbolkan iblis dan segitiga ke atas menyimbolkan Dajjal. Sehingga ketika keduanya dipertemukan maka muncul lambang Yahudi yang sekarang menjadi bendera Israel.



Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan, bila kaum zionis internasional memiliki tiga agenda besar. Pertama mengumpulkan seluruh kaum Yahudi di seluruh dunia, kedua mendirikan negara yang berdaulat di atas tanah merah Palestina. Terakhir menanamkan pengaruh atas dunia di berbagai kehidupan demi terbentuknya The New World Order.

"Demi mencapai itu, ada tiga yang dilakukan melalui simbol, ritual dan arsitektur," ucapnya.

Apakah Dajjal dan Illuminati Ada?

Terkait narasi soal Dajjal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara. Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi menjelaskan bahwa Dajjal memang dijelaskan dalam ajaran agama Islam.

"Dalam ajaran agama Islam, Dajjal itu memang ada. Dalam hadis dan Al-Quran disebutkan bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman. Bahkan, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa tiap akhir salat agar selamat dari fitnah Dajjal," kata Masduki saat dihubungi oleh detikcom, Kamis (12/6).

Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa Nabi tak pernah secara tersirat langsung menyebut waktu pasti akhir zaman itu. Selain itu, penjelasan terkait bentuk langsung dari Dajjal juga tak dijelaskan.

"Hadis soal turunnya Dajjal itu shahih. Tapi tidak seperti ciri setan dan iblis punya ciri fisik dan bisa merasuki hawa nafsu manusia, Dajjal ini tidak dijelaskan. Lagipula, kita tidak tahu kapan waktu pastinya akhir zaman tersebut," ujarnya.

Lantas, terkait Illuminati Masduki enggan memberi tanggapan. Dia mengaku tak punya kapasitas untuk menjawab soal Illuminati.



Namun, detikcom berusaha mencari tahu terkait keberadaan Illuminati. Merangkum dari berbagai sumber, Illuminati merujuk kepada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776. Pendirinya adalah Adam Weishaupt. Kendati demikian, terkait peran Illuminati dalam mendalangi sejumlah teori konspirasi di dunia belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Buku-Buku Legendaris Soal Dajjal dan Illuminati

Lantas apakah benar Dajjal dan Illuminati itu ada? Berikut adalah beberapa buku legendaris yang sering jadi rujukan untuk dua tema tersebut:

1. Dialog dengan Jin Muslim karya Muhammad Isa Daud

Dialog dengan Jin Muslim karya Muhammad Isa Daud termasuk salah satu buku pelopor yang membahas soal Dajjal. Buku ini terbit tahun 1995, dan masih terus dicetak ulang sampai sekarang. Buku ini bercerita soal pengalaman sang penulis yang mengaku bercakap-cakap dengan jin muslim.

Dalam obrolan tersebut diungkap tentang ciri-ciri jin dan dunianya. Bahkan disebutkan pula, pesulap terkenal David Copperfield pernah memakai bantuan jin dan kemisteriusan wilayah laut segitiga bermuda. Selain itu, diungkap pula soal Dajjal yang akan muncul di segitiga bermuda.

2. Dajjal Sudah Muncul dari Khurasan karya Abu Fatiah al- Adnani

Kemudian, pada tahun 2007 terbit buku berjudul Dajjal Sudah Muncul Dari Khurasan karya Abu Fatiah al- Adnani. Buku ini mengulas cerita seorang lelaki India, bernama Beghawan Shri Satya Sai Baba. Penulisnya mengeklaim bahwa lelaki tersebut merupakan jelmaan Dajjal.

Menurut dia, Sai Baba dianggap punya beberapa keistimewaan khusus yang mirip dengan ciri Dajjal. Seperti bisa menghidupkan orang mati, hingga bisa berpindah ke tempat lain dengan sekejap. Ciri paling mencolok, Sai Baba lahir di Desa Nilayam Puthaparti, wilayah timur Khurasan, India Selatan. Dia mengklaim ciri tersebut sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW. Namun, Sai Baba diketahui telah meninggal pada 24 April 2011.

3. Garut Kota Illuminati karya Ahmad Yanuana Samantho

Lantas, pada 2013 terbit buku Garut Kota Illuminati karya Ahmad Yanuana Samantho. Buku ini pernah bertengger dalam jajaran buku best seller di beberapa toko buku. Penulisnya mengulas soal rahasia Kota Garut yang jadi sarang dari kelompok rahasia Illuminati. Selain itu, menurut penulisnya, Gunung Sadahurip yang berada di kota Priangan Timur itu merupakan piramida simbol Illuminati.

Dia juga mengungkap jejak kebudayaan Illuminati di kota Garut. Menurutnya, buku ini merupakan penelitian awal atas jejak Illuminati di Nusantara.

4. Illuminati Nusantara Ahmad Yanuana Samantho

Sukses dengan buku Garut Kota Illuminati, Ahmad Yanuana Samantho lantas menerbitkan buku Illuminati Nusantara pada tahun 2015. Buku mengulas sejarah singkat Illuminati dan jejak Illuminati di nusantara.

Selain itu, buku ini juga mengungkap beberapa teori konspirasi di balik beberapa peristiwa penting yang terjadi di Indonesia. Seperti misalnya, hubungan Soekarno dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy.
(rdp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed