detikNews
Senin 10 Juni 2019, 16:40 WIB

Cerita Berkesan Ramadhan

Halalbihalal Satukan Diaspora Indonesia di Perth dengan Tokoh Lokal

Astrid Saraswati Vasile - detikNews
Halalbihalal Satukan Diaspora Indonesia di Perth dengan Tokoh Lokal Halalbihalal di KJRI Perth (Foto: Elis Zuliati Anis/Istimewa)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Perth - Lebaran disambut dengan meriah oleh masyarakat Indonesia di Perth, Australia. Halalbihalal menjadi momen menyatukan para diaspora dan tokoh-tokoh Australia.

Mereka mengundang kerabat serta teman pada 5 dan 6 Juni 2019 untuk berkunjung ke rumah setelah menunaikan salat Id. Makanan khas Lebaran ala Indonesia dihidangkan, seperti rendang daging sapi, lontong opor ayam, sambal goreng, ditambah dengan sayuran tradisional. Lebaran di Australia juga dimeriahkan dengan festival multikultur, yang tidak hanya dirayakan oleh umat Islam, tapi juga oleh umat beragama lain. Berbeda dengan di Indonesia, berpuasa selama Ramadhan di Australia, yang mayoritas penduduknya bukan muslim, menjadi pengalaman yang unik bagi banyak orang.

Konsul Jenderal untuk KJRI Perth, Dewi Gustina Tobing dan Bintang Pinem, menjadi tuan rumah perayaan Idul Fitri di Wisma Indonesia. Acara ini mengundang perwakilan pemerintah setempat, perwakilan pimpinan negara-negara lain, mitra organisasi Australia-Indonesia, diaspora Indonesia dan komunitas-komunitas Indonesia setempat. Open house dimulai pada pukul 11.00 sampai 15.00.

Acara ini memberi kesan yang dalam bagi sekitar 800-1.000 masyarakat dan pejabat yang datang. Mereka berlatar belakang berbagai agama, keyakinan, dan budaya yang berbeda. Kemeriahan terlihat dari busana yang unik, dari kebaya, batik, busana muslim, dan budaya adat daerah. Nuansa kebinekaan menghiasi suasana open house. Beberapa di antara yang datang adalah keluarga perkawinan campur Australia-Indonesia. Mereka semua bergabung dan mencicipi hidangan khas makanan Indonesia di Wisma Indonesia.

Halal Bihalal Satukan Diaspora Indonesia di Perth dengan Tokoh LokalWali Kota Canning Paul Ng (kiri), Konjen RI Perth Dewi Tobing, dan Anggota DPR Mike Nahan (Foto: Elis Zuliati Anis/Istimewa)

Vice President IDBC Astrid Vasile, yang hadir dalam perayaan tersebut, menjelaskan, setiap negara memiliki tradisi masing-masing dalam merayakan Lebaran. Namun ada kesamaan dari semua tradisi di atas, yaitu tradisi bersilaturahmi dengan sanak keluarga, teman-teman terdekat, dan para mitra bisnis.

Wisma Indonesia menjadi pemersatu 800-1.000 diaspora Indonesia dan sahabat Indonesia dari berbagai negara. Hal itu terlihat pada akun sosial media yang terbit di Linkedin, Facebook, Twitter, dan Instagram para undangan yang merasa senang sekali serta menjadi kebanggaan bagi mereka, yang bersama masyarakat Indonesia memeriahkan perayaan keagamaan Idul Fitri di Australia Barat. Acara open house di kediaman Ibu Konjen RI Perth ini terbuka untuk umum, termasuk tetangga yang tinggal di dekat Wisma Indonesia.

Terlihat hadir di antara para undangan Menteri Perumahan, Masalah Veteran, Keterlibatan Asia untuk Australia Barat Peter Tinley; Menteri Pertambangan dan Minyak Energi Hubungan Industri untuk Australia Barat Bill Johnston; juga Pierre Yang, Government WHIP untuk South Metro Region; Dr Mike Nahan, anggota parlemen untuk Australia Barat; Wali Kota Canning Paul Ng; serta Profesor David Hill, yang sangat dikenal kontribusinya dalam hubungan Australia-Indonesia. Beberapa pemimpin anggota parlemen legislatif Australia Barat pun terlihat di antara para undangan.

Hari raya dan open house kali ini jatuh pada musim gugur dengan suhu 16 derajat Celsius. Cuaca yang dingin dan sempat turun hujan serta disertai angin tidak menjadi halangan bagi para tamu undangan mengenakan baju khas Lebaran, yaitu kaum pria mengenakan jas dengan kemeja batik di bagian dalamnya, ada juga yang menggunakan peci, bahkan blangkon. Sedangkan sebagian kaum wanita menggunakan baju hangat, ada pula yang berkerudung. Batik masih menjadi corak yang dominan di antara para tamu. Beragam busana dari Sabang sampai Merauke, tamu dari daerah lain pun mengenakan busana mereka yang mewakili negara masing-masing.

Halal Bihalal Satukan Diaspora Indonesia di Perth dengan Tokoh LokalVice President IDBC Astrid Vasile dan Wali Kota Canning Paul Ng menikmati masakan Indonesia. (Foto: Elis Zuliati Anis/Istimewa)

Elis Zuliati Anis, fotografer yang saat ini menempuh studi S3 di UWA, mempunyai kebahagiaan tersendiri menjadi tim dokumentasi open house dan mengabadikan momen momen indah saat Dewi Tobing yang ramah menyapa dan menyalami 800-1.000-an warga yang datang. Ibu Konjen RI memastikan semua yang datang sudah makan dan kenyang, lalu dengan senang hati berfoto bersama warga dan teman-teman pejabat serta berterima kasih dan mengapresiasi kedatangan mereka. Rasa bahagia terpancar dari mereka yang datang karena bisa melewatkan waktu bersama dengan perwakilan RI setempat dan warga Indonesia yang datang.

Pertemuan-pertemuan semacam ini menjadi tradisi yang selalu dilestarikan dari tahun ke tahun. Astrid Vasile, yang juga treasurer Indonesian Diaspora Network-United, berharap kegiatan semacam ini akan membuat persahabatan makin kokoh di antara masyarakat Australia dan Indonesia di tengah kemajemukan kultur budaya dan agama yang beragam serta dapat terus mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara terdekat.

*) Astrid Saraswati Vasile adalah Vice President Indonesian Diaspora Business Council (IDBC), organisasi nirlaba wadah pebisnis diaspora Indonesia dari mancanegara yang mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan serta peluang ekonomi bagi diaspora Indonesia dan Indonesia.

*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dengan Indonesia Diaspora Network-United (IDN-United).
(fay/fay)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed