detikNews
Senin 10 Juni 2019, 08:59 WIB

Balik dari Banyumas ke Tangerang, Yanti Terjebak Macet dan Bermalam di Jalan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Balik dari Banyumas ke Tangerang, Yanti Terjebak Macet dan Bermalam di Jalan Foto: Yanti saat balik mudik dari Banyumas ke Tangerang (Dok. Sri Mulyanti)
Jakarta - Sri Mulyanti merasakan pengalaman berbeda saat balik mudik dari Banyumas ke Tangerang. Yanti, sapaannya, mengaku menempuh perjalanan puluhan jam untuk sampai ke rumah dari kampung halamannya.

Yanti, dalam cerita yang dikirimkannya kepada detikcom, Senin (10/5/2019), mengaku hendak pulang ke Karawaci, Tangerang, setelah berlibur di kediaman orang tuanya di kawasan Sumpiuh, Banyumas. Berangkat pada Sabtu 8 Juni 2019 sekitar pukul 08.30 WIB, Yanti sudah terjebak macet sedari di jalan raya.

"Itu dari daerah saya udah macet dari masuk ke jalan raya depan rumah itu sudah macet sampai perempatan Wijahan, malamnya malah meluber ke mana-mana itu. Setelah Buntu itu macet lagi, panjang lagi, udah gitu terus ketemu Ajibarang. Nah Ajibarang itu udah total itu, udah stuck, saya lihat di Waze aja udah merah, udah parah, Ajibarang, Pekuncen, Bumiayu terus. Sampai sudah ngelewati Bumiayu mulai jalan," kata Yanti mengawali ceritanya.


Yanti mengaku terjebak macet berjam-jam di jalan raya sebelum masuk tol. Kemacetan terparah menurutnya terjadi di daerah Pekuncen

"Macet lagi setelah pinggir kali ketemu Brebes, yang udah banyak jualan-jualan itu jalannya udah merambat lagi. Sepanjang dari daerah saya sampai Brebes cuma sebentar doang lancarnya. Yang parah itu di Pekuncen," ungkap Yanti.

Menurut Yanti, macet di jalan raya saat arus balik dari Banyumas ke Tangerang lantaran penumpukan kendaraan. Selama macet, Yanti mengaku mengantuk. Untuk melawan rasa kantuk itu, dia melakukan berbagai aktivitas seperti ngemil hingga mendengarkan musik. Yanti balik dari Banyumas ke Tangerang ditemai asisten rumah tangganya.

"Penumpukan, karena terlalu banyak volume kendaraannya," ucap dia.


Yanti baru bisa mencapai Gerbang Tol Palimanan sekitar pukul 20.00 WIB. Belasan jam dia harus mengaspal di jalan raya.

"Paling lama (di jalan raya), 12 jam sendiri ya dari rumah. Tapi biasanya nggak sampai segitu. Normalnya kalau pulang 12 jam sudah sampai rumah, normalnya," sebut Yanti.

Setelah mencapai tol, kemacetan menurut cerita Yanti masih terjadi. Kelelahan, dirinya sempat beristirahat beberapa kali di rest area.

"Masuk Tol Palimanan pukul 20.00 WIB. Kelelahan dan ngantuk, saya berhenti istirahat di rest area setelah GT Palimanan, tertidur dari jam 20.00 WIB sampaj jam 23.00 WIB lanjut perjalanan. Tol mulai merayap, kecepatan 20 sampai dengan 30 km per jam, mulai jam 3-4 pagi, ngantuk menyerang dan kembali beristirahat di rest area daerah Cipali, sampai jam 6 pagi, melanjutkan perjalan dan tanpa berhenti istirahat sampai rumah," sebut Yanti.


Dia mengaku baru bisa mencapai GT Cikampek sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu 9 Juni 2019. Setelah puluhan jam, Yanti akhirnya tiba di kediamannya sekitar pukul 14.15 WIB.

"Saat itu tol masih merayap, kecepatan 10 sampai dengan 20 km per jam. Sampai GT Cikampek, saat itu sekitar jam 8-an pagi, one way belum dibuka kembali. Masuk GT Cikampek kondisi jalan umpel-umpelan, padat nggak bergerak. Sekitar jam 8.50 WIB baru one way dibuka," ucap Yanti.

"Mudik tahun ini benar-benar luar biasa, semua orang serentak pulang di tanggal 8 dan 9 juni. Gelombang kendaraan seperti air, nggak berhenti-henti, malah makin banyak masuk tanggal 9. Nggak pernah bermalam di jalan saya, baru kali ini bermalam di jalan," sebut Yanti.



Tonton video Arus Balik di Merak, Polri Dorong Kapal Segara Kembali ke Bakauheni:

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed