detikNews
Senin 10 Juni 2019, 07:06 WIB

Round-Up

Pilihan Politik Bu Ani Diungkit, Demokrat Anggap BPN Tak Sensitif

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Pilihan Politik Bu Ani Diungkit, Demokrat Anggap BPN Tak Sensitif Prabowo dan SBY (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menganggap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak sensitif. Anggapan itu muncul lantaran tim pemenangan Prabowo kembali mengungkit peristiwa pengungkapan pilihan politik istri Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono yang telah tutup usia.

Adalah Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade yang kembali mengungkit peristiwa yang sempat membuat SBY kecewa itu. Melalui Twitter-nya, Andre membuka alasan mengapa sang capres tanpa diduga menyampaikan pilihan politik Ani Yudhoyono kepada publik.

"Pak Prabowo dibully tentang pilihan Bu Ani di Pilpres 2014 dan 2019, padahal info ini didapatkan langsung oleh Pak Prabowo langsung dari Pak SBY. Dan Pak SBY sendiri yang minta agar Pak Prabowo testimoni tentang kebaikan Bu Ani di depan wartawan waktu mau pulang," tulis Andre, melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/6/2019).

"Yang disampaikan oleh Pak Prabowo di depan wartawan persis yang diucapkan Pak SBY ke Pak Prabowo. Nggak ada lebihkan dan nggak ada yang dikurangi. Silakan publik menilai sendiri," ujarnya.


Mengetahui peristiwa yang terjadi pada Senin (3/6) lalu itu diungkit, Partai Demokrat bereaksi keras. Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut BPN Prabowo-Sandiaga tak bisa membedakan mana kebaikan dan mana politik.

"Jadi apa yang disampaikan itu salah dan tidak benar. Dan yang menyampaikan itu orang yang tidak tahu peristiwa yang sesungguhnya seperti apa. Pada saat pertemuan itu memang ada perbincangan tentang situasi politik dan perbincangan itu seharusnya adalah untuk konsumsi internal dua pihak karena menyangkut internal koalisi dan ketika pertemuan akan berakhir, bahwa Pak Prabowo tentu yang ditunggu oleh media kita sampaikan tidak bicara politik dan bicara hal-hal yang baik saja tentang Ibu Ani dan kebaikan Bu Ani," kata Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).

"Namun Prabowo malah menyampaikan pilihan politik Bu Ani. Jadi menurut kami apa yang disampaikan BPN ini adalah ngawur. Tidak mampu membedakan mana kebaikan, mana hal baik dan mana politik," sambungnya.



Ferdinand kemudian menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Saat itu, pihaknya meminta Prabowo untuk menyampaikan hal yang baik dan kenangan yang baik dari Ani Yudhoyono. Menurut Ferdinand, pilihan politik bukan salah satunya.

"Yang kita minta itu misalnya kenangan yang baik dari Bu Ani supaya tidak ternoda suasana duka ini dengan politik. Ternyata Pak Prabowo menyampaikan hal yang berbau politik. Jadi kami melihat membedakan politik dengan hal baik serta kebaikan saja mereka ini tak mampu. Dan tidak betul bahwa Pak SBY yang meminta Pak Prabowo yang menyampaikan pilihan politik Ibu Ani. Terlalu konyol, terlalu ngawur dan cenderung jadi fitnah," tutur Ferdinand.

Sementara, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon meminta kubu Prabowo Subianto menyudahi polemik yang ada. Dia meminta Prabowo dan jajarannya tak lagi mengungkit pilihan politik Ani Yudhoyono alias menutup buku.

"Sudahlah. Ini kan soal yang sudah selesai ya. Ngapain lagi terus kita perpanjang sih. Kalau Pak Prabowo dan teman-teman di Gerindra tetap merasa apa yang dilakukan Pak Prabowo kemarin itu benar, ya, silakan saja," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).



Jansen pun mempersilakan jika Prabowo dan para pendukungnya berkukuh dengan pendapat mereka. Namun, yang jelas, sang ketum Demokrat dan partainya merasa tidak nyaman dengan pernyataan Prabowo soal pilihan politik Ani Yudhoyono. Sebab, hal itu sangat tak elok dibuka di hadapan publik dalam suasana berduka.

"Yang pasti pihak keluarga dan Partai Demokrat sebagaimana telah kami sampaikan kemarin merasa sangat tidak nyaman, di konferensi pers dalam suasana dukacita begitu Pak Prabowo masih saja terus-terus membahas-bahas soal politik, apalagi mengungkapkan keluar soal pilihan Ibu Ani di Pemilu 2014 dan 2019. Karena soal pilihan seseorang dalam pemilu itu kan sifatnya rahasia. Sebagaimana prinsip pemilu itu sendiri yang berlangsung bebas umum rahasia. Jadi tidak elok dan tepatlah diungkapkan ke publik entah dengan tujuan dan motif apapun soal pilihan almarhum Ibu Ani di pemilu ini oleh Pak Prabowo," tuturnya
(mae/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com