detikNews
Sabtu 08 Juni 2019, 13:42 WIB

Cerita Suratman Tembus Kobaran Api Saat Lapak Pemulung Pasar Minggu Terbakar

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Cerita Suratman Tembus Kobaran Api Saat Lapak Pemulung Pasar Minggu Terbakar Suratman korban kebakaran (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Suratman (44) jadi salah satu korban kebakaran hebat yang melanda lapak pemulung di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Badannya terbakar karena menembus kobaran api untuk menyelamatkan diri.

"Kebakaran terlalu cepat sih, ya. Saya kan lagi tidur, dibangunin sama ini (istri), tahu-tahu api sudah gede," kata Suratman saat diwawancarai detikcom di lokasi, Jalan Raya Pasar Minggu, RT 07 RW 01, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6/2019).

Suratman mengaku sedang tidur lelap saat kebakaran terjadi pada tengah malam. Dia memperkirakan kejadiannya sekitar pukul 01.00 WIB.


Suratman bangkit dari tidur setelah istrinya berteriak membangunkannya. Dia sempat berupaya memadamkan kobaran api, namun sia-sia karena api sudah membesar.

"Api saya siram sudah nggak ngatasin, udah gede," jelasnya.

Cerita Suratman Tembus Kobaran Api Saat Lapak Pemulung Pasar Minggu TerbakarKebakaran di lapak pemulung Pasar Minggu (Jefrie Nandy Satria/detikcom)

Dia bersama istrinya pun berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa, terutama sepeda motornya. Suratman dan istri nekat menembus kobaran api lewat pintu belakang karena api lebih besar di pintu depan.

"Lewatin api. Jadi saya keluar, keluarin motor, masuk lagi lewatin api bawa istri saya. Saya tarik, suruh beresin apa yang bisa dibawa, saya bawa keluar," kisahnya.


Suratman memperlihatkan bagian tubuhnya yang dibalut perban. Bahu hingga tangan kanannya mengalami luka bakar cukup parah. Dia mengaku baru sadar tubuhnya terluka beberapa saat setelah menyelamatkan diri dari kobaran api.

"Ini karena saya loncat ke api. Jadi api udah gede, terus saya begini, masuk. Apinya kena ini (tangan kanan). Jadi semua kena. Dalam keadaan udara udah panas banget, itu panas. Itu kan udah nggak ngatasin saya. Saya ngerangkul istri saya, bawa lari keluar udah setengah sadar. Nggak sadar itu saking panasnya. Begini keadaannya," jelasnya.

"Udah keluar dari situ, dari api, perih. Rasanya kok perih semua, panas. Panasnya saya udah nggak tahan. Panas, panas sekali tapi nggak nyangka melepuh begini. Nggak tahunya seperti ini," sambung Suratman.

Suratman kemudian mendapat pertolongan pertama dari warga. Selanjutnya dia dibawa ke rumah sakit oleh ambulans PMI dan mendapat penanganan di RSUD Pasar Minggu.


Akibat kebakaran ini, sejumlah lapak pemulung dan kontrakan warga ludes dilalap api. Selain bangunan, ada sejumlah kendaraan yang juga terbakar.

"Yang jelas itu kontrakan (yang terbakar) ada sembilan pintu. Terus sama lapak pemulung ada empat lapak. Mobil ada 1, sama motor 9. Mobil engkel, truk engkel untuk angkat barang-barang rongsokan ini," kata Ketua RT 07 Pasar Minggu Ahmad Hafis kepada wartawan di lokasi.

Kini korban kebakaran mengungsi ke tenda darurat yang ditempatkan di lapangan tak jauh dari lokasi kejadian. Sejumlah lansia dan 1 balita ikut mengungsi. Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik. Garis polisi atau police line sudah terpasang di lokasi.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed