Round-Up

Andi Arief Ungkit Prabowo-Sandi Kalah, BPN Anggap Cari Perhatian

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sabtu, 08 Jun 2019 05:47 WIB
Foto: Andi Arief (pool)


Mendapat tudingan dari Andi Arief, BPN Prabowo-Sandiaga geram. Membalas dengan pedas, BPN meminta Andi Arief tak cari perhatian. Sebab, selama ini tak pernah sang capres maupun pihaknya menyalahkan Demokrat dan para pucuk pimpinannya.

"Bang Andi nggak usah caper-lah. Kami nggak menyalahkan Partai Demokrat, Pak SBY, dan AHY," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Jumat (7/6/2019).

"Saya rasa saran PD kita adopsi. Bahkan surat Pak SBY soal kampanye inklusif itu kita ikuti. Ini Bang Andi Arief ini nggak pernah ikut kampanye, nggak pernah ikut rapat, tapi cari perhatian melulu. Bang Andi kasih saran apa ke kami? Datang rapat BPN juga nggak pernah. Saran PD selalu kami adopsi, kok. Beberapa kali Pak Prabowo juga minta saran ke Pak SBY. Jadi kita sudah laksanakan. Saya bingung Pak Andi maunya apa. Nggak pernah ikut rapat tapi sok tahu," imbuh dia.



Politikus Gerindra itu juga menepis keras pernyataan Andi Arief yang menyebut tak pernah melibatkan partai berlambang mirip logo mercy itu. Andre menjelaskan, dalam kasus deklarasi, kala itu memang Demokrat-lah yang belum menentukan sikap untuk mendukung Prabowo-Sandiaga.

"Loh, soal deklarasi ya nggak ada urusannya sama Bang Sandi, ya. Deklarasi kita sudah siap dan sampai malam nunggu Demokrat belum ngambil keputusan. Kami sudah siap. Jadi kami deklarasi. Kami nggak ninggalin, kami sudah kasih tahu Pak Prabowo akhirnya memutuskan Bang Sandi jadi cawapres. Kami nunggu Demokrat tapi nggak datang malam itu. Akhirnya PD memang mendukung kami besoknya kan, dan Pak Prabowo datangi Pak SBY ke Kuningan," kata Andre.

"Bang Andi nggak usah caper-lah. Kalau AHY mau jadi menterinya Pak Jokowi ya monggo, mau PD gabung ke 01, ya monggo. Itu hak mereka. Silakan," imbuh dia.
Halaman

(mae/zak)