Libur Lebaran ke Cianjur, Wisata Sejarah Gunung Padang Bisa Jadi Pilihan

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 07 Jun 2019 14:10 WIB
Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. (Foto: dok. detikfoto)
Jakarta - Selain mudik dan bersilaturahmi, libur Lebaran juga diisi warga dengan mengunjungi lokasi wisata. Jika di Cianjur, situs megalitikum Gunung Padang bisa menjadi pilihan. Sebab, selain mendapatkan pemandangan yang asri, berwisata ke Gunung Padang bisa menjadi edukasi sejarah.

Dirangkum detikcom pada Jumat (7/6/2019), Gunung Padang terletak di perbukitan perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur. Dengan area seluas 3 hektare, situs ini tercatat sebagai kompleks punden berundak di Asia Tenggara. Selain itu, situs ini dikelilingi lembah yang cukup dalam, sehingga disebut-sebut mirip piramida di Mesir.

Oleh warga setempat, situs Gunung Padang awalnya dikeramatkan dan dianggap sebagai tempat Prabu Siliwangi membangun istana. Namun belakangan, keyakinan itu berubah. Sebab, berdasarkan penelitian, situs tersebut merupakan peninggalan kebudayaan megalitikum.


Keberadaan situs Gunung Padang pertama kali dimuat dalam laporan 'Buletin Dinas Kepurbakalaan' pada 1914. Kemudian disinggung sejarawan Belanda, NJ Krom, puluhan tahun kemudian. Dan pada 1979, warga setempat mulai menaruh perhatian.

Terungkap ada banyak hal penting di Gunung Padang. Mulai 'alat musik' dari batu hingga teras siring sebagai tanda teknologi maju.

Meski diteliti dari beragam sisi dan oleh berbagai kalangan, Gunung Padang masih menjadi misteri. Misalnya terkait dengan usia. Konon, situs tersebut lebih tua dibanding piramida di Mesir, yang ada sejak 2.500 SM. Kemudian juga soal ruang di 'perut' Gunung Padang yang disebut-sebut buatan tangan manusia.

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah mendatangi situs purba Gunung Padang di Cianjur pada Selasa (25/2/2014). Setelah melihat langsung hasil penelitian tim terpadu Gunung Padang, SBY berjanji segera membuat keppres dan cetak biru riset tersebut.


Saat menyaksikan langsung situs tersebut, SBY menegaskan tentang pentingnya sebuah kebijakan untuk menuntaskan penelitian Gunung Padang secara tuntas. SBY memberi instruksi soal pengorganisasian, penetapan area penelitian dan pemugaran, pembagian tugas dan tanggung jawab, anggaran dan logistik yang diperlukan, serta proteksi atau pengamanan ketika penelitian atau pemugaran dilaksanakan.

"Ini menjadi suatu operasi tersendiri, dan ini harus kita tuangkan nanti dalam keputusan dan peraturan presiden yang tentu juga memberikan peran, wewenang, dan tanggung jawab kepada pemerintah daerah Jawa Barat untuk juga berkontribusi sehingga penelitian akan dilaksanakan secara paripurna," kata SBY seperti dilansir situs setkab.go.id dan presidenri.go.id.

SBY yakin situs purba Gunung Padang itu akan menjadi salah satu ikon sejarah, heritage, dan wisata. Karena itu, SBY meminta kepada menteri terkait, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, jajaran Kepolisian dan TNI, serta tentunya tim peneliti untuk segera duduk bersama sehingga bisa ditetapkan rencana aksi yang definitif dan akan dituangkan nanti dalam suatu kebijakan nasional yang dijalankan bersama.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Oktober 2018 mengatakan situs Gunung Padang akan ditata dan dikonservasi secara profesional oleh Pemprov Jabar.

"SITUS MEGALITIKUM DUNIA di GUNUNG PADANG di Kab Cianjur tahun depan akan ditata dan dikonservasi secara profesional oleh Pemprov Jabar, agar tidak semakin rusak atau terganggu oleh aktivitas wisatawan dan pedagang yang sembarangan," kata Ridwan Kamil melalui akun Instagram-nya @ridwankamil pada Selasa (30/10/2018).

Ridwan Kamil menuturkan situs ini menjadi bukti tingginya peradaban Sunda Kuno di masa lalu. Karena itu, harus dilestarikan secara baik.

"Semoga akan menjadi destinasi sejarah yang tertata secara maksimal seperti kawasan Candi Borobudur. KARENA bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. #JABARJUARA," tulisnya. (idh/fdn)