detikNews
Jumat 07 Juni 2019, 07:29 WIB

Round-Up

Akhlak AHY Dipuji agar Jadi Contoh Rekonsiliasi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Akhlak AHY Dipuji agar Jadi Contoh Rekonsiliasi Agus Harimurti Yudhoyono (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuai pujian dari putri kedua Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, karena bersilaturahmi ke sejumlah elite di momen Idul Fitri tahun ini. Yenny menilai akhlak AHY dapat menjadi contoh rekonsiliasi bagi semua.

AHY bersama adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), berkunjung ke kediaman Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Momen kunjungan AHY itu diunggah Yenny Wahid lewat akun Instagram-nya seperti dilihat detikcom, Kamis (6/6/2019).

AHY didampingi istrinya Annisa Pohan dan putrinya Almira Tunggadewi Yudhoyono. Sedangkan Ibas bersama istrinya Aliya Rajasa dan putra Airlangga Satriadhi Yudhoyono. Dalam foto itu, istri Gus Dur, Hj Sinta Nuriyah Wahid, tampak tersenyum.

Yenny memuji kunjungan keluarga putra SBY tersebut. Dia berharap semua bisa mencontoh akhlak baik AHY-Ibas, yang tetap menjalin silaturahmi meski sedang dalam masa berduka.

"Hari ini kami kedatangan tamu-tamu istimewa, tamu-tamu Soleh dan Solehah, putra putri Bapak Presiden ke-6 RI, Bpk SBY dan Almarhumah Ibu @aniyudhoyono, Bpk-Ibu Aulia Pohan dan Bpk-Ibu Hatta Rajasa: mas @agusyudhoyono dan mbak @annisayudhoyono, mas @ibasyudhoyono dan mbak @ruby_26 beserta putra putri mereka. Walaupun masih dalam suasana berduka, para pemimpin muda ini tetap menyempatkan diri untuk sowan dan bersilaturahmi lebaran ketokoh-tokoh yang dituakan. Semoga kita semua dapat mencontoh akhlak yang baik ini. Salam kami untuk Pepo, semoga Beliau diberi ketabahan dalam menjalani hari-hari kedepan tanpa didampingi istri tercinta. Kontribusi Beliau tetap ditunggu oleh bangsa ini. 🙏🏽🙏🏽❤️," tulis Yenny.

Sebelumnya, pada hari pertama Lebaran, setelah berziarah ke makam Ani Yudhoyono di TMP Kalibata, AHY-Ibas bersilaturahmi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat. Dia juga bertandang ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, serta ke kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie.


Silaturahmi AHY ke sejumlah elite pada Idul Fitri kali ini memang dinilai sebagai proses rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Bahkan silaturahmi AHY ke kediaman Megawati dinilai memutus sejarah ketegangan politik antara Megawati dan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"AHY ingin memutus dendam atau ketegangan politik sejarah SBY dengan Mega," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Arie Sujito saat dihubungi, Kamis (6/6).


Arie menekankan ada dua makna penting dari silaturahmi AHY ke Jokowi dan Megawati pada momentum Lebaran kali ini. Yang pertama sebagai proses rekonsiliasi politik pasca-Pilpres 2019.

"Politik yang kemarin menegangkan, (saat) Pemilu 2019 dengan formasi politik yang ada, Demokrat ini kan sedang menghadapi situasi tidak jelas, di persimpangan. Dulu 2014 juga mengalami itu. Nah, 2019 ini adalah pelajaran bagi Demokrat. Jadi menurutku, jalan yang ditempuh oleh AHY mendekati Jokowi itu bagian dari upaya untuk membangun rekonsiliasi," katanya.

Menurut Arie, politik SBY bukanlah politik oposisi dan bukan juga politik konfrontasi. Untuk itu, wajar jika AHY menempuh jalur rekonsiliasi dengan menemui Jokowi dan Megawati.

Sementara itu, pernyataan Prabowo Subianto yang mengungkit pilihan politik Ani Yudhoyono saat melayat ke kediaman SBY telah dirasakan sebagai sebuah pukulan bagi keluarga Yudhoyono. Pernyataan Prabowo itu telah dirasa secara psikologi politik bagi oleh SBY. Hal ini menjadi makna kedua yang penting dari pertemuan AHY dengan Jokowi dan Megawati.

"Itu kemarin itu pukulan yang cukup telak pada keluarganya SBY. Nah, itu menjadi alasan mengapa dua hal itu dijadikan sebagai alasan oleh AHY untuk silaturahmi ke Presiden Jokowi sama Ibu Mega," tuturnya.


Arie menilai pertemuan AHY dengan Jokowi dan Mega telah membuat ketegangan politik Mega dengan SBY hanya menjadi sebuah fakta historis politik yang tidak berlanjut. Dia pun menilai Megawati dan SBY telah merasa ketegangan politik keduanya menjadi kontraproduktif bagi karir politik anak-anaknya.

"Karena itu, menurut saya, penasihatnya AHY itu memanfaatkan pertemuan SBY dengan Mega waktu melayat (pemakaman Ibu Ani) itu, itu sekaligus ditambah Jokowi sangat welcome, untuk membangun rekonsiliasi dan memutus ketegangan politik sejarah yang pernah dibuat orang tuanya," imbuhnya.

"Karena itu, mungkin bakal sering ketemu AHY sama Puan Maharani, nanti pasti ke depan (akan sering ketemu)," lanjutnya.



Simak Juga 'Momen AHY dan Ibas Silaturahmi ke Jokowi di Istana':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed