detikNews
Kamis 06 Juni 2019, 12:49 WIB

Gerindra Klaim Ditawari Kursi Menteri, PKB: Demokrasi Butuh Oposisi

Mochamad Zhacky - detikNews
Gerindra Klaim Ditawari Kursi Menteri, PKB: Demokrasi Butuh Oposisi Daniel Johan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - PKB menyambut baik jika Partai Gerindra mau bergabung ke pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Tapi, menurut PKB, dalam sistem demokrasi, tetap dibutuhkan pihak yang bertentangan dengan pemerintah alias oposisi.

"Ya kita sambut baik, sehingga terwujud kabinet gotong royong yang kompak, meski secara prinsip demokrasi juga dibutuhkan kekuatan oposisi yang konstruktif agar terjadi dialektika pembangunan. Tapi kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf sebagai presiden dan wapres terpilih," kata Wasekjen PKB Daniel Johan kepada wartawan, Kamis (6/6/2019).




Pihak Gerindra memang mengaku mendapat tawaran bergabung ke koalisi Jokowi. Bahkan, kata pihak Gerindra, Jokowi juga menawarkan kursi menteri kepada Gerindra.

Daniel mengaku tidak mengetahui soal tawaran tersebut. "Tidak paham, itu kan versi Gerindra," jelasnya.




Politikus Gerindra Andre Rosiade sebelumnya mengklaim Gerindra ditawari masuk koalisi Jokowi. Kata anggota Badan Komunikasi Gerindra itu, Jokowi tak hanya menawarkan satu kursi menteri.

"Bahkan kita juga mendengar dari berbagai pihak, Pak Jokowi juga ingin mengajak Gerindra bergabung dalam pemerintahnya, dan juga menawarkan berapa kursi menteri. Itu yang pernah kita dengar, dan bahkan saya mendengar tawaran itu sendiri dari berbagai tokoh di pihak Pak Jokowi. Tapi sekali lagi, itu hak mereka ingin berharap seperti apa," tutur Andre kepada wartawan, Kamis (6/6).


Simak Juga "Para Menteri Jokowi-Kapolri Silaturahmi ke Kediaman Megawati":

[Gambas:Video 20detik]


(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed