detikNews
Rabu 05 Juni 2019, 06:47 WIB

Round-Up

Kembali Bersatu di Hari yang Fitri

Tim detikcom - detikNews
Kembali Bersatu di Hari yang Fitri Ilustrasi Lebaran atau Idul Fitri (Foto: iStock)
Jakarta - Pesan persatuan mengalir dari sejumlah tokoh di hari yang suci ini. Idul Fitri dimaknai sebagai sebuah momentum islah untuk merajut kembali kebersamaan setelah sempat bersitegang seusai Pemilu 2019.

Salah satu orang yang menyampaikan pesan tentang pentingnya persaudaraan di hari raya Idul Fitri adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak semua elemen masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan makmur.

"Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai ajang untuk mempererat kembali persatuan dan persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa. Dengan hati yang fitri pula, mari bersama membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih maju, lebih adil, dan lebih makmur," kata Jokowi dalam akun Intagramnya, Selasa (4/6/2019).



Pesan senada juga disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK berpesan agar Idul Fitri juga dijadikan momen merajut persatuan.

"Jadi saling memaafkan. Kalau saling memaafkan berarti kesalahan kita pendam dan kembali kita bersatu. Silaturahim, halalbihalal, itu bisa menjadi puluhan ribu kali di negeri ini. Tanpa diimbau, tanpa diminta, itu menjadi arena persatuan sendiri," kata JK kepada wartawan di kediaman dinasnya, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2019).



Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin juga berpesan hal yang sama. Lukman mengatakan Idul Fitri 1440 Hijriah menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan.

"Mari kita manfaatkan momentum Idul Fitri ini untuk lebih mempererat sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan kita," kata Lukman kepada wartawan di Jakarta sebagaimana dilansir Antara, Selasa (4/6/2019).



Menag menyebut tiga hal yang perlu diperkuat unsur ikatannya yaitu persaudaraan seagama, sebangsa dan sesama umat manusia. Lukman mengajak umat Islam untuk selalu memperkuat dimensi persaudaraan secara universal.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau para khatib Idul Fitri menyampaikan pesan kebangsaan dalam materi khotbahnya. MUI berharap bangsa Indonesia terjauh dari rasa permusuhan.

"Mengharapkan para khatib Idul Fitri menyelipkan doa dalam khutbahnya, untuk kedamaian dan kemaslahatan bangsa, serta tetap terpeliharanya keamanan, kenyamanan, dan jauh dari rasa permusuhan yang bisa mengoyak kebersamaan kita sebagai bangsa," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam keterangannya, Selasa (4/6/2019).

"Selain itu juga mendoakan para pemimpin bangsa untuk terus diberi kekuatan untuk membangun bangsa. Para elitenya diberi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menahan diri dari perpecahan," sambungnya.



MUI, lanjut Niam, juga meminta umat Islam memperkokoh persaudaraan. Baik itu persaudaraan sesama umat, persaudaraan sebangsa maupun sesama manusia.

"Tidak ada lagi sekat yang memisahkan, terutama faktor psikologis akibat sisa-sisa pemilu. Saatnya merajut kebersamaan untuk kemaslahatan bersama. Kerugian bangsa lain yang pecah akibat konflik harus dijadikan pelajaran berharga agar kita tidak jatuh pada kondisi yang sama," jelasnya.



Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan pesan serupa. Muhammadiyah mengajak seluruh elemen bangsa saling bermaafan.

"Umat Islam hendaknya menjadikan momentum Idul Fitri untuk bersilaturahim, saling memaafkan, dan memperkuat persaudaraan. Idul Fitri adalah momentum melakukan islah, terutama setelah pemilu yang menimbulkan ketegangan politik. Saatnya merajut kebersamaan untuk kemajuan umat dan bangsa," kata Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Selasa (4/6/2019).

Mu'ti juga mengimbau umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah sesuai syariat Islam. Idul Fitri, menurut Mu'ti, harus dirayakan dengan cara yang tetap sederhana.

"Umat Islam hendaknya merayakan Idul Fitri sesuai dengan tuntunan Syariat Islam. Mengumandangkan takbir dan menunaikan Salat Idul Fitri dengan penuh khidmat," kata Mu'ti.
(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed