detikNews
Senin 03 Juni 2019, 14:25 WIB

Teror Novel Misterius, Wakil Ketua KPK Sumbang Sepeda Hadiah Sayembara

Haris Fadhil - detikNews
Teror Novel Misterius, Wakil Ketua KPK Sumbang Sepeda Hadiah Sayembara Tiga unit sepeda hadiah sayembara pengungkap teror Novel Baswedan. (Foto: Dok. KPK)
Jakarta - Masih ingat sayembara untuk mengungkap kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan? Kini, hadiah bagi yang ditawarkan bertambah.

Wadah Pegawai (WP) KPK menyebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyumbangkan satu unit sepeda kesayangannya untuk hadiah bagi siapa pun yang bisa mengungkap kasus ini. Sepeda itu diserahkan menjelang 800 hari kasus teror air keras terhadap Novel.

"Sepeda terbaik yang pernah aku punya, aku serahkan untuk mengungkap kejujuran, kebenaran, dan keadilan," kata Saut, Senin (3/6/2019).


Sepeda itu diserahkan pada Minggu (2/6). Saat ini ada tiga unit sepeda yang ditawarkan sebagai hadiah sayembara.

"Pada Minggu (2/5), Pimpinan KPK Saut Situmorang memberikan sepeda kesayangannya. Pemberian tersebut dalam rangka menyambut peringatan 800 hari kasus Novel Baswedan yang akan jatuh pada tanggal 20 Juni 2019," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo.

Yudi berharap pemberian sepeda makin mendorong Presiden memenuhi janji untuk mengungkap kasus ini.

"Pemberian sepeda tersebut seharusnya semakin mendorong Presiden untuk memenuhi janjinya dalam mengungkap kasus Novel Baswedan," jelasnya.

Teror air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi lebih dari 2 tahun yang lalu. Namun, siapa pelaku dan apa motif teror itu masih belum terungkap hingga hari ini.


Novel disiram air keras pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al Ihsan, yang berjarak sekitar 4 rumah dari rumah Novel. Adapun rumah Novel berada di Jalan Deposito T Nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Polri pun telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Surat perintah pembentukan tim ini terbit pada Selasa (8/1/2019) dan diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ada tujuh pakar dalam tim gabungan itu yang berasal dari kalangan akademisi, LSM, mantan pimpinan KPK, Komnas HAM, dan Kompolnas. Dalam tim tersebut, nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian ditulis sebagai penanggung jawab tim dan Wakapolri Komjen Ari Dono sebagai wakil penanggung jawab serta Kabareskrim Komjen Idham Azis menjadi ketua tim.
(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed