detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 16:03 WIB

Elite BPN Jadi Penjamin Pengurus GNPF Sumut yang Ditahan Usai Aksi 22 Mei

Elza Astari Retaduari - detikNews
Elite BPN Jadi Penjamin Pengurus GNPF Sumut yang Ditahan Usai Aksi 22 Mei Sufmi Dasco Ahmad (batik kuning) jadi penjamin pengurus GNPF Sumut. (Dok Istimewa)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Jakarta - Sejumlah pengurus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Sumatera Utara ditahan buntut Aksi 22 Mei di Medan. Elite Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi penjamin sejumlah tokoh daerah itu yang tersangkut kasus dugaan makar.

Adalah Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, yang bersedia menjadi penjamin bagi pengurus GNPF Sumut yang ditahan. Ia datang ke Polda Sumut di Medan hari ini.

"Selesai menjamin tahanan luar, Ustaz Zulkarnain dan Ustaz Rafdinal pengurus GNPF Sumut yang ditahan di Polda Sumut perkara dugaan makar," ungkap Dasco kepada detikcom, Jumat (31/5/2019).


Dasco punya alasan tersendiri bersedia menjadi penjamin. Ia kasihan kepada para tersangka tersebut bila tidak bisa berlebaran dengan keluarga.

"Alasan menjamin pertama atas dasar kemanusiaan, karena sudah sebentar lagi Lebaran. Alhamdulillah mereka bisa berlebaran bersama keluarga di rumah," ucap Dasco.

Soal kesediaannya menjadi penjamin, Waketum Gerindra itu sudah berkoordinasi dengan sang ketum. Dasco, yang juga anggota DPR komisi hukum dan keamanan, menyatakan siap menjadi penjamin tokoh-tokoh lain yang terkena kasus dugaan makar dan ujaran kebencian, salah satunya Lieus Sungkharisma.

"Saya sudah minta izin kepada Pak Prabowo, sebagai anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, saya akan menjamin teman-teman tersebut," jelasnya.


"Baik di Sumut, DKI, maupun daerah lain yang terkena kasus dugaan makar. Lieus dan lain-lain," sambung Dasco.

Seperti diketahui, pendukung Prabowo-Sandiaga juga menggelar aksi pada 22 Mei di Medan. Para pendemo yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) itu menggelar aksi di depan kantor Bawaslu Sumut dan kantor DPRD Sumut di Medan, Rabu (22/5).

Aksi di depan kantor DPRD Sumut sempat ricuh lantaran massa melempari aparat kepolisian dengan botol air mineral. Ketua GNPF MUI Sumut Heriansyah sempat mengaku akan diperiksa Polda Sumut. Heriansyah belum ditahan Polda Sumut karena statusnya masih dalam pemanggilan pihak kepolisian.

"Hari Senin saya dipanggil, saya harap Saudara-saudara semuanya mau mengawal saya," katanya kepada massa aksi di depan DPRD Sumut, sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (25/5).
(elz/fjp)
FOKUS BERITA: Aksi 22 Mei
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed