detikNews
2019/05/29 17:19:17 WIB

Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim Senior

Andi Saputra - detikNews
Halaman 2 dari 2
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim Senior Prof Dr Saldi Isra (ari/detikcom)

Adapun 5 hakim lainnya adalah:

1. Anwar Usman
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim Senior

Anwar Usman dipercaya 8 hakim konstitusi lainnya menjadi ketua dan nakhoda MK. Jalan hidupnya berliku. Pernah menjadi guru honorer pada 1975, menjadi PNS di Mahkamah Agung, hingga menjadi Kapusdiklat MA. Ia menjadi hakim MK sejak April 2011.

2. Wahiduddin Adams
Sebelum menjadi hakim konstitusi, ia malang melintang di Kemenkum HAM. Jabatan terakhirnya adalah Dirjen Peraturan Perundangan pada 2010-2014. Sebagai birokrat di Kemenkum HAM, ia ikut membidangi berbagai perkembangan hukum lintas rezim.

3. I Dewa Gede Palguna
Nasib Prabowo-Sandiaga Diadili 4 Profesor Hukum dan 5 Hakim SeniorI Dewa Gede Palguna (ari/detikcom)

Selain sebagai hakim MK, Palguna adalah pengajar tetap di bidang hukum tata negara di Universitas Udayana, Bali. Palguna menjadi hakim MK periode pertama 2003-2008 dan merupakan generasi pertama hakim MK. Lima tahun berlalu, Indonesia memanggil lagi sehingga ia menjadi hakim MK lagi sejak 2015 hingga awal tahun depan.

4. Suhartoyo
Suhartoyo merupakan hakim karier dengan jabatan terakhir hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar. Sebelum itu, ia merupakan Ketua PN Jaksel. Sebagai hakim karier, ia lebih memahami praktik-praktik hukum pidana di peradilan.

5. Manahan Sitompul
Sama seperti Suhartoyo, Manahan juga hakim karier. Sebelum duduk di MK, ia merupakan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pangkalpinang. Pada 2013, namanya masuk bursa hakim agung, tapi ditolak DPR.

"Baru pada 2015, saya memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai hakim konstitusi dan ternyata lulus untuk menggantikan senior saya, Bapak Alim," ujarnya.


Berdasarkan keputusan KPU, jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239. Jadi selisih suara sebanyak 16.957.123.

"Memerintahkan kepada Termohon (KPU) untuk seketika untuk mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan H Prabowo Subianto dan H Sandiaga Salahudin Uno sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode tahun 2019-2024. Memerintahkan Termohon (KPU, red) untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang secara jujur dan adil di seluruh wilayah Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22e ayat 1 UUD 1945," tuntut Prabowo.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com