detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 11:09 WIB

FAO Apresiasi Penanggulangan Flu Burung di Indonesia

Raras Prawitaningrum - detikNews
FAO Apresiasi Penanggulangan Flu Burung di Indonesia Foto: Dok Kementan
Jakarta - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan apresiasi dari Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO). Apresiasi tersebut diberikan karena Ditjen PKH Kementan dinilai berhasil dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit Avian Influenza (AI) atau yang lebih dikenal sebagai flu burung.

"FAO telah mendukung program pemerintah dalam pengendalian dan penanggulangan flu burung sejak tahun 2006. Sepanjang kerja sama selama 13 tahun ini, kami mengapresiasi angka kasus penyakit flu burung yang terus menurun," ujar FAO Representative to Indonesia and Timor Leste, Stephen Rudgard, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/5/2019).

Stephen mengatakan hal tersebut di Jakarta saat melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita pada Selasa (28/5/2019).

Kementan mencatat angka tahunan kasus flu burung turun dari 2751 pada 2007 ke 476 pada 2018. Pada kesempatan ini, Ketut turut menyampaikan apresiasi kepada FAO atas kontribusinya dalam program pengendalian penyakit flu burung di Indonesia.

Ia menjelaskan banyak keberhasilan yang telah diperoleh dalam kerangka kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan FAO. Kini pengendalian dititikberatkan pada peningkatan biosekuriti pada peternakan dan sertifikasi kompartemen bebas AI.


Selain itu, program ini memantau dinamika virus yang beredar di lapangan untuk tujuan produksi dan penggunaan vaksin yang efektif dalam melindungi peternakan.

Implementasi strategi tersebut, lanjut Ketut, berhasil menekan kasus flu burung di peternakan rakyat dan memberikan sertifikasi kompartemen bebas AI bagi peternakan komersial. Bahkan keberhasilan sertifikasi tersebut membuat produk unggas Indonesia dapat diekspor ke beberapa negara.

"Negara seperti Jepang yang persyaratan kesehatan hewannya sangat tinggi mau menerima produk unggas Indonesia sebagai bentuk pengakuan penjaminan keamanan dan kesehatan hewan Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Team Leader Unit Khusus FAO di Bidang Kesehatan Hewan (FAO ECTAD Indonesia) James McGrane menyampaikan kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan FAO perlu diteruskan agar dapat memastikan dampak yang berkelanjutan.

"Keberlanjutan kerja sama internasional ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam melindungi masyarakat dan mata pencahariannya dari bahaya penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia," katanya.


Sebagai informasi, penyakit flu burung disebabkan oleh virus influenza yang menyerang semua jenis unggas domestik termasuk ayam, bebek, dan burung puyuh. Bahkan diketahui dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.

Flu burung merupakan penyakit yang dapat ditularkan ke manusia (zoonosis). Indonesia tertular virus flu burung sejak 2003 yang menyebar ke beberapa wilayah dalam beberapa tahun saja.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com