detikNews
2019/05/29 11:05:34 WIB

Round-Up

Heboh Atta Halilintar Masuk Soal Ujian SD di Serang Tuai Kritik

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Halaman 2 dari 2
Heboh Atta Halilintar Masuk Soal Ujian SD di Serang Tuai Kritik Foto: Instagram/@attahalilintar


Sontak, pertanyaan ini menuai kritik dari anggota DPRD Kota Serang dan dosen sastra dan bahasa Indonesia dari Universitas Sultan Ageng Tirtaysa (Untirta).

Anggota DPRD Kevin Harinusa mengkritik bahwa ada kelalaian dalam monitoring Dinas Pendidikan (Dindik) di lingkungan sekolah dalam menyusun ujian. Perlu ada evaluasi kelayakan apakah soal ujian sudah sesuai tata bahasa maupun dari sisi materi, khususnya untuk siswa SD.

Menurutnya, meski tren generasi milenial sedang gandrung dibicarakan, pendidikan karakter harus tetap menjunjung nilai luhur bangsa. Ujian di tingkatan sekolah, lebih elok jika menanamkan nasionalisme dan nilai-nilai keberagaman.

"Seharusnya bisa lebih mengarah pada pertanyaan yang sifatnya menumbuhkembangkan rasa nasionalis ataupun nilai-nilai religius keberagaman di Indonesia," ujar Kevin kepada detikcom pada Selasa (28/5) kemarin.

Pun begitu pendapat dosen Untirta Firman Hadiansyah. Ia menilai siswa SD belum pantas diberi pertanyaan yang di luar kapasitasnya. Siswa sebaiknya diberi penguatan pendidikan karakter.

"Dari sisi psikologi, konten Atta Halilintar tidak layak untuk diakses siswa SD. Sebaiknya diberi wacana pendidikan karakter," ujar Firman terpisah kepada detikcom.

Paling tidak, lanjutnya, untuk membuat kriteria bahan ajar harus memenuhi 3 unsur, yaitu psikologi siswa, bahasa, dan latar belakang budaya.

Dari sisi bahasa, soal yang diberikan juga katanya ditemukan unsur bahasa asing yang masih belum dipahami siswa SD. Sebaiknya, pembuat soal memakai bahasa yang sederhana.

"Dari sisi latar belakang budaya, konten Atta Halilintar lepas dari budaya keseharian di Kota Serang," kata Firman.

Plt Dinas Pendidikan Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan lolosnya soal ini jadi perhatian. Ini jadi koreksi pihak dinas. Ia sendiri berjanji akan membina pembuat ujian agar tidak mengulangi hal serupa.

"Ini jadi evaluasi kita, nanti kita ingatkan melalui pengawas kita di SD. Supaya hati-hati membuat soal," ucap Wasis.
(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com