detikNews
Rabu 29 Mei 2019, 10:15 WIB

BW Disebut Seperti Politisi Saat ke MK, BPN: Jangan Perkeruh Suasana

Jabbar Ramdhani - detikNews
BW Disebut Seperti Politisi Saat ke MK, BPN: Jangan Perkeruh Suasana BPN Prabowo menggugat ke MK. (Lisye/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) soal Bambang Widjojanto (BW) lebih terlihat sebagai politikus dibanding pengacara saat datang ke Mahkamah Konstitisi (MK) dapat memperkeruh suasana politik. BPN mengatakan pihaknya sudah menuruti aturan main, yaitu memperkarakan dugaan kecurangan Pilpres 2019 lewat cara yang konstitusional.

"Buat Bang Juli (Sekjen PSI Raja Juli Antoni), janganlah makin memperkeruh suasana. Seluruh jalan yang ditempuh BPN adalah jalan-jalan yang sesuai dengan konstitusi dari pelaporan ke Bawaslu sampai jalan pengaduan ke MK," kata Jubir BPN Vasco Ruseimy ketika dihubungi detikcom, Rabu (29/5/2019).


Vasco menyebut ucapan Raja Juli Antoni dapat memperkeruh suasana karena, menurut Vasco, saat ini rakyat tengah berduka atas tewasnya delapan orang dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei lalu. Vasco menyebut korban tewas adalah rakyat yang tak berdosa.

"Saat ini rakyat Indonesia masih sangat berduka akibat adanya korban nyawa masyarakat yang tidak berdosa tersebut," ujar pria yang juga menjabat Sekjen Partai Berkarya itu.

Vasco lalu menuturkan pernyataan Bambang soal pemerintahan Indonesia yang koruptif di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi memiliki dasar. Menurut Vasco, Bambang telah melihat indikasi kecurangan pemilu.

"Menurut saya, apa yang disampaikan BW adalah sangat berdasar. Beliau memandang dari indikasi-indikasi kecurangan yang terjadi selama ini, bukan hanya dirasakan. Pak BW berbicara mengenai hal tersebut kan ada landasannya yang jelas, semua mata melihat banyak sekali indikasi kecurangan yang terjadi," jelas Vasco.


Sebelumnya, Raja Juli Antoni mengkritik pernyataan ketua tim hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto, yang mengaku dihambat saat datang ke MK. PSI menilai pernyataan itu memperlihatkan BW lebih sebagai seorang politikus, bukan sebagai pengacara.

"Ketika Bambang Widjojanto datang ke MK, dia memperlihatkan dia sebagai politisi ketimbang sebagai seorang pengacara, dengan membangun konspirasi pertama, dia merasa bahwa jalan menuju MK dihalang-halangi," ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni pada wartawan, Selasa (28/5).

Menurut Raja Juli Antoni, pernyataan BW yang merasa dihambat untuk tiba ke MK kurang tepat. Sebab, semua orang tahu bahwa jalan di sekitar MK ditutup untuk pengamanan.

Pada kesempatan yang sama, Raja Juli Antoni menyinggung soal kericuhan yang terjadi di Jakarta pada aksi 21-22 Mei lalu. Ia beranggapan paslon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno turut bertanggung jawab atas munculnya aksi kericuhan 21-22 Mei yang menewaskan 8 orang tersebut.

"Saya kira dapat diduga dengan serius, apa yang terjadi pada 21 dan 22 Mei terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan provokasi yang dilakukan Pak Prabowo dan Pak Sandi dan orang orang di sekelilingnya," tuturnya.


(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed